VIDEO – Iran Pajang Mural Trump di Peti Mati, Konflik dengan AS Kembali Memanas

- Jurnalis

Jumat, 17 Juli 2026 - 21:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatPos.id – Sebuah mural yang menggambarkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di dalam peti mati dipasang di Lapangan Enghelab, Teheran, di tengah ketegangan baru antara Iran dan Amerika Serikat.

Mural besar tersebut menampilkan tulisan “Bunuh Trump” dalam bahasa Persia dan Inggris. Rekaman yang beredar pada Rabu (15/7/2026) menunjukkan pekerjaan tersebut mendominasi salah satu kawasan tersibuk di ibu kota Iran.

Selain mural tersebut, juga terdapat spanduk bergambar batu nisan berisi foto tokoh politik Amerika beserta prasasti yang bermakna harapan kemenangan musuh akan berakhir sia-sia.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca juga: Iran Menuduh AS Melakukan Kejahatan Perang karena Menyerang Infrastruktur Sipil

Sejumlah warga di lokasi menyatakan dukungannya terhadap pesan yang ditampilkan dalam mural tersebut. Salah satu warga mengaku bangga dan menilai Iran tidak akan tunduk pada tekanan Amerika Serikat.

Warga lain mengatakan mural tersebut mencerminkan semangat sebagian warga Iran yang ingin berperang melawan Amerika Serikat dan Israel, terlepas dari perbedaan pandangan politik di negara tersebut.

Kemunculan mural tersebut terjadi di tengah panasnya kembali hubungan antara Washington dan Teheran. Dalam beberapa hari terakhir, kedua negara saling melancarkan operasi militer setelah serangkaian serangan udara Amerika Serikat di sejumlah wilayah Iran dibalas dengan serangan Iran terhadap fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Di sisi lain, militer Amerika Serikat juga mengumumkan rencana memperketat pengawasan lalu lintas maritim ke pelabuhan Iran. Langkah ini ditolak oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang menekankan bahwa Iran akan mempertahankan kepentingannya di perairan strategis.

Sebelumnya, Iran dan Amerika Serikat telah menandatangani nota kesepahaman pada 17 Juni 2026 untuk memperpanjang gencatan senjata sekaligus membuka ruang perundingan. Namun setelah perjanjian berlaku, kedua belah pihak kembali saling tuduh melakukan pelanggaran sehingga menyebabkan ketegangan kembali meningkat.


JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Ballroom Trump Semakin Maju. Legalitasnya Masih Dipertanyakan.
Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan
Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961
Shane McClanahan dari Rays: Keluar karena kemungkinan cedera punggung
Heboh Mall Besar di Jakarta dan Surabaya Ramai Pasang Pagar Tinggi, Ada Apa?
Berita Pasar Saham dan Alat Penelitian
Tunjangan Kinerja TNI Meningkat, Berikut Rinciannya dari Prajurit hingga Jenderal Bintang 4
Mensesneg Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet Presiden Prabowo Awal Agustus

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 01:14 WIB

Ballroom Trump Semakin Maju. Legalitasnya Masih Dipertanyakan.

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:59 WIB

Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:46 WIB

Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:35 WIB

Shane McClanahan dari Rays: Keluar karena kemungkinan cedera punggung

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:18 WIB

Heboh Mall Besar di Jakarta dan Surabaya Ramai Pasang Pagar Tinggi, Ada Apa?

Berita Terbaru