VIDEO – Bahlil soal Migas Blok Andaman: Kalau harus dibagi ke Aceh, bagikan saja

- Jurnalis

Minggu, 12 Juli 2026 - 20:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatPos.id, BANDA ACEH – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyatakan, persoalan pembagian manfaat pengelolaan migas dari Wilayah Kerja (WK) Andaman Selatan sebaiknya diselesaikan dengan pendekatan kekeluargaan.

Pernyataan itu disampaikan Bahlil saat menghadiri pelantikan pengurus DPD Partai Golkar Aceh di Banda Aceh, Sabtu (11/7/2026), menanggapi permintaan Pemerintah Aceh terkait Participating Interest (PI) atau hak kepemilikan saham penyertaan pada daerah penghasil proyek migas.

Menurut Bahlil, pengelolaan WK Andaman Selatan secara umum merupakan kewenangan pemerintah pusat karena berada di wilayah laut lebih dari 12 mil. Namun, dia menilai permasalahan tersebut masih bisa diselesaikan melalui komunikasi yang baik.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca juga: Bahlil: Masalah adat mengenai bagi hasil migas dari Blok Andaman akan kami selesaikan

“Kalau memang harus dibagi, bagikan saja. Kita selesaikan sesuai adat,” kata Bahlil.

Ia mengaku sudah berkomunikasi dengan Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem terkait persoalan ini. Sebagai warga asli wilayah timur Indonesia, Bahlil mengaku memahami harapan masyarakat Aceh agar pengelolaan sumber daya alam di wilayahnya juga memberikan manfaat bagi wilayahnya.

Bahlil juga mengungkapkan, pembahasan mengenai pengelolaan Blok Andaman telah disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, Presiden memberikan ruang kepada pemerintah untuk mencari solusi yang dapat meningkatkan pendapatan daerah sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat Aceh.

Selain membahas pembagian manfaat, Bahlil juga menjelaskan rencana pemanfaatan gas dari WK Andaman Selatan. Dia mengatakan, opsi pengolahan gas di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun, Lhokseumawe, masih dalam tahap kajian karena mempertimbangkan aspek keekonomian proyek tersebut.

Menurut dia, pembangunan jaringan pipa dari lapangan gas hingga ke daratan membutuhkan investasi yang sangat besar sehingga dapat menyebabkan harga jual gas menjadi kurang kompetitif.

Baca juga: Bahlil Dukung Dana Otsus Aceh Naik 2,5 Persen, Minta Doli Kawal Revisi UUPA

Pada tahap awal produksi yang diperkirakan mencapai sekitar 300 MMSCFD, sebagian pasokan gas akan dialokasikan untuk kebutuhan pembangkit listrik PLN. Sementara yang lain disiapkan untuk memenuhi kebutuhan industri di Aceh, khususnya PT Pupuk Iskandar Muda.

Bahlil menjelaskan, langkah ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan industri terhadap pasokan gas dari daerah lain seperti Papua, Sulawesi, dan Kalimantan.

Ia juga menegaskan, pemerintah masih mengkaji penggunaan sisa produksi gas yang belum memiliki alokasi pasti. Menurut dia, keputusan tersebut harus mempertimbangkan kepentingan negara, masyarakat Aceh, serta keberlanjutan investasi.

Bahlil mengingatkan, operator WK Andaman Selatan bukan Pertamina, melainkan perusahaan energi asal Uni Emirat Arab, Mubadala Energy. Oleh karena itu, pemerintah harus menjaga keseimbangan antara kepentingan investor dan manfaat ekonomi bagi daerah.

Baca juga: Salim Fakhry Minta Bahlil Lobi Presiden Agar Dana Otsus Aceh Ditetapkan 2,5 Persen

Ia menambahkan, hingga saat ini pemerintah belum mengambil keputusan final mengenai kemungkinan membangun fasilitas pengolahan migas di daratan Aceh. Segala opsi masih terus dikaji guna menghasilkan solusi yang menguntungkan semua pihak.

Yang terpenting masyarakat Aceh mendapat manfaat, investor tetap mendapat kepastian berusaha, dan negara juga mendapat pendapatan yang optimal, pungkas Bahlil.


JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Laptop untuk Mahasiswa yang Stylish dan Ringan? Coba ASUS Vivobook S14 OLED
Ballroom Trump Semakin Maju. Legalitasnya Masih Dipertanyakan.
Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan
Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961
Shane McClanahan dari Rays: Keluar karena kemungkinan cedera punggung
Heboh Mall Besar di Jakarta dan Surabaya Ramai Pasang Pagar Tinggi, Ada Apa?
Berita Pasar Saham dan Alat Penelitian
Tunjangan Kinerja TNI Meningkat, Berikut Rinciannya dari Prajurit hingga Jenderal Bintang 4

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:13 WIB

Laptop untuk Mahasiswa yang Stylish dan Ringan? Coba ASUS Vivobook S14 OLED

Jumat, 31 Juli 2026 - 01:14 WIB

Ballroom Trump Semakin Maju. Legalitasnya Masih Dipertanyakan.

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:59 WIB

Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:46 WIB

Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:35 WIB

Shane McClanahan dari Rays: Keluar karena kemungkinan cedera punggung

Berita Terbaru