Trump Klaim AS Akan Jadi 'Penjaga' Selat Hormuz, Minta Dunia Bayar Biaya Keamanan

- Jurnalis

Selasa, 14 Juli 2026 - 05:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ringkasan Berita:

  • Pernyataan Trump muncul ketika ketegangan antara militer Amerika Serikat dan Garda Revolusi Iran terus meningkat dalam beberapa hari terakhir.
  • ADVERTISEMENT

    paralax

    SCROLL TO RESUME CONTENT

  • Kedua belah pihak disebut-sebut berupaya memperkuat pengaruhnya di Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar 20 persen ekspor minyak dan gas dunia sebelum pecahnya perang pada Februari lalu.

RakyatPos.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan negaranya akan mengambil peran sebagai “penjaga” Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi urat nadi perdagangan energi dunia.

Menurutnya, Amerika Serikat berhak menerima kompensasi besar atas biaya pengamanan kawasan tersebut.

Dalam wawancara telepon dengan Fox News, Trump mengatakan AS tidak hanya akan menjaga keamanan Selat Hormuz, tetapi juga mempunyai peluang untuk mengelolanya.

“Kami akan mempertahankan selat ini dan mungkin akan mengelolanya. Kami akan menjadi penjaga selat ini. Mungkin kami akan menyebutnya malaikat penjaga selat ini, dan kami harus mendapat imbalan atas hal itu,” kata Trump.

Dia menekankan bahwa negara-negara yang bergantung pada rute pelayaran tersebut harus membayar Amerika Serikat atas layanan keamanan yang diberikan.

Baca juga: Iran Klaim Tembak Jatuh 30 Drone MQ-9 Reaper AS, Kerugian Washington Capai Rp 7,8 Triliun

“Kami akan dibayar untuk menjaganya – sejumlah besar uang. Kami akan mendapat penggantian karena negara-negara lain sangat kaya. Mereka berada di pihak kami dan kami tidak bisa diharapkan melakukan hal itu tanpa alasan,” katanya.

Pernyataan Trump muncul ketika ketegangan antara militer Amerika Serikat dan Garda Revolusi Iran terus meningkat dalam beberapa hari terakhir.

Kedua belah pihak disebut-sebut berupaya memperkuat pengaruhnya di Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar 20 persen ekspor minyak dan gas dunia sebelum pecahnya perang pada Februari lalu.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia karena menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab. Gangguan apa pun di kawasan ini berpotensi memicu lonjakan harga minyak global dan mengganggu rantai pasokan energi internasional.

Mengancam Akan Menyerang Mereka yang Membantu Washington

Ketegangan antara Iran dan Amerika kembali memanas. Militer Iran menegaskan tidak akan membiarkan Washington ikut campur dalam pengelolaan Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi urat nadi perdagangan energi dunia.

Komando Gabungan Angkatan Bersenjata Iran memperingatkan Amerika Serikat agar tidak mencoba melakukan intervensi di wilayah tersebut. Teheran juga mengancam akan mengambil tindakan terhadap mereka yang memberikan dukungan kepada militer AS.

Juru Bicara Markas Besar Khatam al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, mengatakan Iran akan mempertahankan kendali atas Selat Hormuz dan tidak akan mentolerir campur tangan asing.

“Kami tidak dan tidak akan membiarkan Amerika Serikat ikut campur dalam pengelolaan Selat Hormuz,” kata Zolfaghari dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah Iran, IRIB.

Ia menegaskan, pasukan Iran akan bertindak tegas terhadap segala upaya yang dianggap mengganggu keamanan di kawasan.


JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Laptop untuk Mahasiswa yang Stylish dan Ringan? Coba ASUS Vivobook S14 OLED
Ballroom Trump Semakin Maju. Legalitasnya Masih Dipertanyakan.
Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan
Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961
Shane McClanahan dari Rays: Keluar karena kemungkinan cedera punggung
Heboh Mall Besar di Jakarta dan Surabaya Ramai Pasang Pagar Tinggi, Ada Apa?
Berita Pasar Saham dan Alat Penelitian
Tunjangan Kinerja TNI Meningkat, Berikut Rinciannya dari Prajurit hingga Jenderal Bintang 4

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:13 WIB

Laptop untuk Mahasiswa yang Stylish dan Ringan? Coba ASUS Vivobook S14 OLED

Jumat, 31 Juli 2026 - 01:14 WIB

Ballroom Trump Semakin Maju. Legalitasnya Masih Dipertanyakan.

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:59 WIB

Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:46 WIB

Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:35 WIB

Shane McClanahan dari Rays: Keluar karena kemungkinan cedera punggung

Berita Terbaru