Trump Ancam Cabut Izin Penyiar TV yang Tidak Menyiarkan Pidatonya

- Jurnalis

Sabtu, 18 Juli 2026 - 01:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ringkasan Berita:

  • Donald Trump mengancam akan mencabut izin siaran NBC dan ABC setelah kedua jaringan tersebut tidak menyiarkan pidatonya mengenai keamanan pemilu secara langsung, sementara CNN juga mengambil langkah serupa.
  • ADVERTISEMENT

    paralax

    SCROLL TO RESUME CONTENT

  • Trump menuduh media menutupi dugaan kecurangan pemilu, namun jaringan televisi di AS tidak diharuskan menyiarkan pidato presiden pada jam tayang utama.
  • Kewenangan FCC untuk mencabut izin siaran televisi dibatasi oleh Undang-Undang Komunikasi dan Amandemen Pertama Konstitusi AS yang melindungi kebebasan pers.

RakyatPos.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengecam keras sejumlah jaringan televisi karena tidak menyiarkan pidatonya secara langsung mengenai keamanan pemilu.

Trump menuduh NBC dan ABC menutupi dugaan kecurangan pemilu dan mengancam akan mencabut izin siaran mereka.

Namun, jaringan televisi di Amerika Serikat tidak memiliki kewajiban untuk menyiarkan pidato presiden pada jam tayang utama.

Penolakan media untuk menyiarkan pidato presiden juga terjadi pada masa pemerintahan Joe Biden dan Barack Obama.

Ancaman izin siaran ini bukan kali pertama Trump sampaikan kepada media yang dinilai memberitakan negatif terhadap dirinya.

Namun kewenangan FCC untuk mencabut izin siaran televisi sangat terbatas karena dibatasi oleh undang-undang dan perlindungan kebebasan pers dalam Konstitusi AS.

Baca juga: 5 Poin Penting Pidato Trump: China Dituding Campur Tangan Pemilu AS 2020 dan Curi Data 220 Juta Pemilih

Hingga saat ini, FCC belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan Trump tersebut.

Polemik ini kembali memunculkan perdebatan mengenai hubungan antara pemerintah, media, dan kebebasan pers di Amerika Serikat.

Seperti diketahui, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan melarang sejumlah jaringan televisi jika tidak menyiarkan pidato utamanya tentang keamanan pemilu secara langsung.

Trump secara khusus menyoroti NBC dan ABC yang memilih untuk tidak menyiarkan pidatonya secara langsung, seperti dilansir Politico, Kamis (16/7/2026).

Dalam pidatonya, Trump mengklaim Tiongkok secara ilegal mengakses jutaan data pemilih sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk memanipulasi pemilu Amerika Serikat pada tahun 2018 dan 2020.

Selain NBC dan ABC, CNN juga memutuskan untuk tidak menyiarkan pidato tersebut secara langsung.

Baca juga: VIDEO – Iran Pajang Mural Trump di Peti Mati, Konflik dengan AS Kembali Memanas

Sementara itu, sejumlah media lain, termasuk CBS, MSNBC, dan Fox News, memilih untuk menyiarkan pidato tersebut, setidaknya sebagian.

NBC dan ABC terus menyiarkan pernyataan Trump melalui saluran streaming masing-masing.

Dalam pidatonya, Trump menuduh NBC dan ABC menutupi apa yang disebutnya kecurangan pemilu.


JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Ballroom Trump Semakin Maju. Legalitasnya Masih Dipertanyakan.
Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan
Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961
Shane McClanahan dari Rays: Keluar karena kemungkinan cedera punggung
Heboh Mall Besar di Jakarta dan Surabaya Ramai Pasang Pagar Tinggi, Ada Apa?
Berita Pasar Saham dan Alat Penelitian
Tunjangan Kinerja TNI Meningkat, Berikut Rinciannya dari Prajurit hingga Jenderal Bintang 4
Mensesneg Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet Presiden Prabowo Awal Agustus

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 01:14 WIB

Ballroom Trump Semakin Maju. Legalitasnya Masih Dipertanyakan.

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:59 WIB

Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:46 WIB

Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:35 WIB

Shane McClanahan dari Rays: Keluar karena kemungkinan cedera punggung

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:18 WIB

Heboh Mall Besar di Jakarta dan Surabaya Ramai Pasang Pagar Tinggi, Ada Apa?

Berita Terbaru