Tim Rapai Pase Rampungkan Persiapan Jelang Grand Duel, Pusaka Peninggalan Leluhur Rapai Siap Diwariskan

- Jurnalis

Senin, 13 Juli 2026 - 00:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ringkasan Berita:

  • Jelang Grand Duel Rapai Pase “Blah Deh Krueng versus Blah Nou Krueng” yang digelar di Desa Dayah Meuria, Aceh Utara, Sabtu (25/7/2026) malam, puluhan kelompok peserta tengah mematangkan persiapan.
  • ADVERTISEMENT

    paralax

    SCROLL TO RESUME CONTENT

  • Setidaknya 50 grup Rapai Pase terbaik dari berbagai kecamatan di Aceh Utara dipastikan akan mengikuti pertunjukan ini.
  • Acara ini diperkirakan menjadi salah satu pertunjukan Rapai Pase terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Laporan Jurnalis Serambi Indonesia, Jafaruddin I Aceh Utara

RakyatPos.id, LHOKSUKON – Jelang Grand Duel Rapai Pase “Blah Deh Krueng versus Blah Nou Krueng” yang digelar di Desa Dayah Meuria, Kecamatan Syamtalira Aron, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu (25/7/2026) malam, puluhan kelompok peserta tengah mematangkan persiapan.

Setidaknya 50 grup Rapai Pase terbaik dari berbagai kecamatan di Aceh Utara dipastikan akan mengikuti pagelaran budaya terbesar tahun ini.

Tak hanya itu, rombongan asal Kabupaten Aceh Timur, Rapai Matang Keupula, juga akan meramaikan duel akbar tersebut.

Acara ini diperkirakan menjadi salah satu pertunjukan Rapai Pase terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Selain sebagai ajang adu keterampilan antara syekh dan pemain rapai, kegiatan ini juga menjadi momentum kebangkitan para seniman setelah banyak rapai mereka yang rusak akibat banjir yang melanda Aceh Utara beberapa waktu lalu.

Konsep pertunjukannya mengusung kompetisi persahabatan antara dua wilayah besar, yakni Blah Deh Krueng (wilayah tengah-timur Aceh Utara) versus Blah Nou Krueng (wilayah tengah-barat Aceh Utara).

Setiap daerah akan menghasilkan rapai-rapai terbaik yang dikenal mempunyai sejarah panjang dan karakter suara yang khas.

Dibalik keseruan yang akan dihadirkan nantinya, masing-masing kelompok kini disibukkan dengan latihan rutin, sinkronisasi ritme, dan menyetel kembali rapai-rapai pusaka yang telah diwariskan secara turun temurun.

Ketua Kelompok Rapai Pase Peureupok Adharyadi kepada Serambinews.com, Minggu (12/7/2026), pihaknya akan menurunkan tiga rapai andalan, antara lain Rapai Siracon, Gajah Keng, dan Puta Gileng yang dikenal sebagai rapai tua di kawasan itu.

Persiapan terus kami lakukan. Tiga prestasi terbaik akan kami turunkan agar bisa tampil maksimal di Grand Duel nanti, ujarnya.

Sementara itu, pengawas Grup Rapai Putroe Canden Blang Asan, Kecamatan Syamtalira Aron, Ilyas, SSos, mengatakan kepada Sermabinews.com, pihaknya telah menyiapkan Rapai Manyak Meujadi yang dikenal memiliki suara creung yang sangat lantang dan bersih.

Menurutnya, bunyi kreung menjadi penanda penting dalam permainan Rapai Pase karena menjadi isyarat bagi seluruh pemain ketika syekh mengganti lagu atau pola irama.

“Rapai Manyak Meujadi mempunyai suara creung yang sangat nyaring dan bersih. Ini menjadi penanda penting bagi seluruh pemain ketika syekh mengubah ritme pertunjukan,” ujarnya.

Ritual untuk memuliakan Rapai


JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Laptop untuk Mahasiswa yang Stylish dan Ringan? Coba ASUS Vivobook S14 OLED
Ballroom Trump Semakin Maju. Legalitasnya Masih Dipertanyakan.
Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan
Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961
Shane McClanahan dari Rays: Keluar karena kemungkinan cedera punggung
Heboh Mall Besar di Jakarta dan Surabaya Ramai Pasang Pagar Tinggi, Ada Apa?
Berita Pasar Saham dan Alat Penelitian
Tunjangan Kinerja TNI Meningkat, Berikut Rinciannya dari Prajurit hingga Jenderal Bintang 4

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:13 WIB

Laptop untuk Mahasiswa yang Stylish dan Ringan? Coba ASUS Vivobook S14 OLED

Jumat, 31 Juli 2026 - 01:14 WIB

Ballroom Trump Semakin Maju. Legalitasnya Masih Dipertanyakan.

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:59 WIB

Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:46 WIB

Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:35 WIB

Shane McClanahan dari Rays: Keluar karena kemungkinan cedera punggung

Berita Terbaru