RakyatPos.id – Pernahkah Anda tiba-tiba mendengar suara “berdenging” di telinga padahal lingkungan sekitar sepi?
Bagi kebanyakan orang, telinga berdenging seringkali hanya berlangsung sesaat dan kemudian hilang dengan sendirinya. Namun jika suara ini muncul terus menerus dan mulai mengganggu konsentrasi harian Anda, sebaiknya waspada.
Dalam dunia medis, kondisi telinga berdenging ini disebut dengan tinitus. Penting untuk dipahami bahwa tinitus bukanlah penyakit yang berdiri sendiri, melainkan gejala dari gangguan kesehatan tertentu pada tubuh.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Suara yang didengar tidak selalu sama pada setiap orang. Ada yang mendengar dering keras, desis, dering lembut, suara mirip dengungan lebah, bahkan deru angin kencang.
Agar tidak salah penanganan, berikut 10 kondisi kesehatan yang bisa memicu tinnitus:
1. Paparan Suara Bising
Terlalu sering mendengarkan musik melalui earphone dengan volume tinggi atau bekerja di tempat bising setiap hari menjadi salah satu pemicu utama tinnitus. Selain paparan dalam jangka panjang, guncangan suara yang sangat keras secara tiba-tiba—seperti ledakan atau suara tembakan—juga dapat merusak sel-sel pendengaran di telinga.
2. Gangguan pendengaran merupakan faktor usia
Fungsi organ pendengaran kita secara alami akan menurun seiring bertambahnya usia. Oleh karena itu, gangguan pendengaran yang umumnya dialami oleh lansia seringkali disertai dengan munculnya tinnitus.
3. Infeksi atau Penyumbatan Saluran Telinga
Penumpukan kotoran telinga yang mengeras, infeksi, dan pembengkakan pada saluran telinga dapat meningkatkan tekanan pada organ pendengaran. Akibatnya telinga terasa berdenging dan suara dari luar kurang jelas.
4. Cedera Kepala dan Leher
Benturan keras pada area kepala atau leher berisiko merusak saraf pendengaran dan struktur halus di telinga bagian dalam. Jika cederanya serius, tinnitus bisa terjadi sebagai akibatnya.
5. Efek Samping Obat
Beberapa jenis obat berpotensi memicu tinitus, apalagi jika dikonsumsi dalam dosis tinggi. Beberapa jenis obat yang dimaksud antara lain:
- Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID)
- Jenis antibiotik tertentu
- Obat antikanker
- Obat antimalaria
- Obat antidepresan
















