Sri Radjasa menduga penggeledahan Jampidsus terkait perebutan kursi Jaksa Agung dan pengaruh Jokowi

- Jurnalis

Sabtu, 11 Juli 2026 - 15:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatPos.id – Kolonel (Purn) Sri Rajasa Chandra yang dikenalkan sebagai praktisi intelijen memaparkan pandangannya terkait penggeledahan yang dilakukan Polri di sejumlah lokasi terkait Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. Dalam Podcast TV Justice Forum yang tayang Jumat (10/7/2026), ia menduga penggeledahan bukan sekadar proses penegakan hukum, melainkan terkait dinamika politik jelang kemungkinan pergantian Jaksa Agung. Semua pernyataan merupakan opini dan analisis pribadi narasumber yang tidak dapat diverifikasi sebagai fakta.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sri Rajasa mengaku mendapat informasi bahwa Febrie merupakan salah satu sosok yang dipertimbangkan Presiden Prabowo Subianto untuk menduduki jabatan Jaksa Agung. “Saat kita mendekati rencana penggantian Jaksa Agung, Jampidsus sudah dipanggil presiden terkait jabatan tersebut,” ujarnya.

Ia menduga kondisi tersebut memunculkan kepentingan berbagai pihak yang berupaya “mengamputasi” peluang Febrie lewat jalur hukum. Sri Rajasa pun mengaitkan hal tersebut dengan kedekatan Febrie dengan Hasyim Djojohadikusumo, adik Presiden Prabowo. “Kalau dia jadi Jaksa Agung, tamatlah. Loyalitas Jaksa Agung tidak lagi ke Jokowi,” ujarnya.

Dalam podcast tersebut, Sri Rajasa juga menyinggung adanya calon lain dari Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) yang disebutnya lebih dekat dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo, disertai dugaan dukungan politik dari kalangan tertentu. Dia menilai, belum ditetapkannya Febrie sebagai tersangka membuka peluang kompromi. “Sampai saat ini Febrie belum bisa jadi tersangka. Kalau ada orang lain yang keluar, langsung jadi tersangka. Ini membuka peluang tawar-menawar,” ujarnya. Sri Rajasa bahkan memperkirakan kasus ini berpotensi diakhiri melalui barter. “Saya melihat nanti ada penyelesaian hukum yang win-win, ada barter,” ujarnya.

Meski demikian, Sri Rajasa menegaskan, jika ada bukti adanya pelanggaran hukum, maka proses hukum harus tetap dilakukan secara adil. “Kalau terbukti melanggar hukum, kami setuju akan dihukum. Tapi jangan sampai dipolitisasi,” ujarnya. Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Polri, Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, atau pihak lain yang disebutkan dalam podcast tersebut. Status hukum Febrie tidak berubah dan belum ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Laptop untuk Mahasiswa yang Stylish dan Ringan? Coba ASUS Vivobook S14 OLED
Ballroom Trump Semakin Maju. Legalitasnya Masih Dipertanyakan.
Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan
Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961
Shane McClanahan dari Rays: Keluar karena kemungkinan cedera punggung
Heboh Mall Besar di Jakarta dan Surabaya Ramai Pasang Pagar Tinggi, Ada Apa?
Berita Pasar Saham dan Alat Penelitian
Tunjangan Kinerja TNI Meningkat, Berikut Rinciannya dari Prajurit hingga Jenderal Bintang 4

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:13 WIB

Laptop untuk Mahasiswa yang Stylish dan Ringan? Coba ASUS Vivobook S14 OLED

Jumat, 31 Juli 2026 - 01:14 WIB

Ballroom Trump Semakin Maju. Legalitasnya Masih Dipertanyakan.

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:59 WIB

Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:46 WIB

Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:35 WIB

Shane McClanahan dari Rays: Keluar karena kemungkinan cedera punggung

Berita Terbaru