Serunya isu pengadaan kipas angin untuk KDMP Rp. 1,8 triliun, Menko: Saya tidak tahu

- Jurnalis

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatPos.id – Isu pengadaan kipas angin senilai Rp 1,8 triliun untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) menjadi sorotan.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal itu disampaikan Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Mufti Anam pada Rapat Kerja Komisi VI dengan Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7).

“Hari ini masyarakat dihebohkan dengan isu pengadaan kipas angin sebanyak 1,8 juta pak senilai Rp 1,8 triliun pak,” kata Mufti.

Mufti mengatakan, saat mendengar kabar tersebut, dirinya enggan mencari tahu informasi pengadaan kipas angin tersebut dari pemerintah. Namun hingga saat ini informasi mengenai pengadaan tersebut belum jelas.

“Kami juga mencari informasi dari pihak terkait dan tidak berani menjawab. Demikian pada kesempatan hari ini

“Kami ingin bertanya kepada Menteri, apakah isu pengadaan 1,8 juta kipas angin dengan anggaran Rp 1,8 triliun itu benar atau tidak pak?” dia bertanya.

Di hadapan Menteri Koperasi, Mufti mencontohkan, jika harga kipas angin merek ternama di platform belanja online hanya berkisar Rp 300 ribu per unit, dengan asumsi pembelian 1,8 juta unit, maka anggaran pengadaannya bisa lebih murah dan efisien.

“Itu kipas angin berdiri pak, angin yang bertiup itu kemungkinan besar bisa menerbangkan tikus-tikus di KDKMP pak,” canda Mufti.

Sementara itu, Menko Ferry mengaku belum mengetahui soal pengadaan kipas angin tersebut. “Saya kurang tahu kalau kipas angin ini, karena bukan kami pengadaannya pak,” jawabnya.

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Ballroom Trump Semakin Maju. Legalitasnya Masih Dipertanyakan.
Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan
Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961
Shane McClanahan dari Rays: Keluar karena kemungkinan cedera punggung
Heboh Mall Besar di Jakarta dan Surabaya Ramai Pasang Pagar Tinggi, Ada Apa?
Berita Pasar Saham dan Alat Penelitian
Tunjangan Kinerja TNI Meningkat, Berikut Rinciannya dari Prajurit hingga Jenderal Bintang 4
Mensesneg Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet Presiden Prabowo Awal Agustus

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 01:14 WIB

Ballroom Trump Semakin Maju. Legalitasnya Masih Dipertanyakan.

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:59 WIB

Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:46 WIB

Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:35 WIB

Shane McClanahan dari Rays: Keluar karena kemungkinan cedera punggung

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:18 WIB

Heboh Mall Besar di Jakarta dan Surabaya Ramai Pasang Pagar Tinggi, Ada Apa?

Berita Terbaru