RakyatPos.id – Isu pengadaan kipas angin senilai Rp 1,8 triliun untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) menjadi sorotan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hal itu disampaikan Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Mufti Anam pada Rapat Kerja Komisi VI dengan Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7).
“Hari ini masyarakat dihebohkan dengan isu pengadaan kipas angin sebanyak 1,8 juta pak senilai Rp 1,8 triliun pak,” kata Mufti.
Mufti mengatakan, saat mendengar kabar tersebut, dirinya enggan mencari tahu informasi pengadaan kipas angin tersebut dari pemerintah. Namun hingga saat ini informasi mengenai pengadaan tersebut belum jelas.
“Kami juga mencari informasi dari pihak terkait dan tidak berani menjawab. Demikian pada kesempatan hari ini
“Kami ingin bertanya kepada Menteri, apakah isu pengadaan 1,8 juta kipas angin dengan anggaran Rp 1,8 triliun itu benar atau tidak pak?” dia bertanya.
Di hadapan Menteri Koperasi, Mufti mencontohkan, jika harga kipas angin merek ternama di platform belanja online hanya berkisar Rp 300 ribu per unit, dengan asumsi pembelian 1,8 juta unit, maka anggaran pengadaannya bisa lebih murah dan efisien.
“Itu kipas angin berdiri pak, angin yang bertiup itu kemungkinan besar bisa menerbangkan tikus-tikus di KDKMP pak,” canda Mufti.
Sementara itu, Menko Ferry mengaku belum mengetahui soal pengadaan kipas angin tersebut. “Saya kurang tahu kalau kipas angin ini, karena bukan kami pengadaannya pak,” jawabnya.
















