Ringkasan Berita:
- Gelombang serangan beberapa malam terakhir menunjukkan semakin besarnya cakupan operasi militer yang menyasar berbagai wilayah Iran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Di sisi lain, Teheran terus menegaskan akan melakukan pembalasan yang lebih keras jika eskalasi konflik terus berlanjut.
RakyatPos.id – Serangan udara Amerika dilaporkan semakin meluas, menargetkan sejumlah fasilitas militer dan komersial di setidaknya empat provinsi Iran.
Rentetan ledakan terjadi di berbagai kota strategis, termasuk kawasan yang berdekatan dengan PLTN Bushehr dan kawasan pemantauan Selat Hormuz.
Berdasarkan informasi sejumlah sumber di Iran seperti dilansir Al Jazeera, pada Minggu Provinsi Bushehr menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak. Beberapa ledakan dilaporkan mengguncang kota Bushehr, yang merupakan rumah bagi salah satu pembangkit listrik tenaga nuklir utama Iran.
Di sisi lain, sedikitnya 10 ledakan dilaporkan terjadi di Jask, sementara ledakan lainnya terdengar di Sirik. Kedua kota ini memiliki posisi yang strategis karena terletak di Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran minyak terpenting di dunia.
Ledakan juga dilaporkan terjadi di Bandar Abbas, Kangan, Bandar-e Deyr, Asaluyeh, dan wilayah Konarak di Iran tenggara.
IRIB: Setidaknya 12 Ledakan Terdengar
Stasiun penyiaran negara Iran, IRIB, melaporkan sedikitnya 12 ledakan terjadi di berbagai wilayah di Provinsi Bushehr.
Rinciannya, lima ledakan terjadi di Kota Bandar-e Deyr, empat di Asaluyeh, dan tiga lainnya di Kota Bushehr.
Baca juga: Trump: Ribuan Rudal Siap Hancurkan Iran Jika Saya Terbunuh
Sementara itu, Student News Network TV mengutip reporter IRIB yang mengatakan bahwa barak militer di daerah Risheh, Bushehr, menjadi sasaran serangan. Ledakan juga dilaporkan mengguncang Kota Kangan, sementara sebuah pos militer di Bandar-e Deyr dikabarkan diserang.
Jangkauan Serangan Terus Berkembang
Gelombang serangan beberapa malam terakhir menunjukkan semakin besarnya cakupan operasi militer yang menyasar berbagai wilayah Iran.
Di sisi lain, Teheran terus menegaskan akan melakukan pembalasan yang lebih keras jika eskalasi konflik terus berlanjut.
Pengamat: Tujuan AS dan Iran Sangat Berbeda
Rekan senior Dewan Atlantik, Thomas Warrick, menilai konflik ini berpotensi berlangsung cukup lama karena kedua negara memiliki tujuan yang sangat berbeda dan kurang saling percaya.
Menurutnya, perbedaan pandangan dan kepentingan antara Washington dan Teheran membuat upaya mediasi semakin sulit.
Namun, Warrick memperkirakan dalam waktu dekat tidak akan ada serangan besar-besaran terhadap ibu kota Teheran atau pembalasan langsung Iran terhadap negara-negara Teluk.
Sebaliknya, ia memperkirakan konflik akan berlanjut dalam pola eskalasi naik-turun, dengan serangan terbatas yang terjadi secara berkala, diselingi dengan upaya diplomasi dan pernyataan politik untuk meredakan ketegangan.
Menurut Warrick, pola ini bisa berlanjut hingga beberapa minggu, bahkan berbulan-bulan, jika tidak ada terobosan diplomasi yang bisa menghentikan konflik.

















