MUHAMMAD ZHIYAUL AULIASiswa Kelas 6-O, laporan dari Balai Modern Darussalam Gontor 1 Ponorogo, Jawa Timur
Momen Saat ini saya terdaftar sebagai siswa kelas 6-O di Pondok Modern Darussalam Gontor 1 Center (PMDG) Ponorogo, Jawa Timur. Tak percaya, saya sudah empat bulan bersekolah di pesantren ini sebagai lanjutan pendidikan serupa di Aceh.
Pada kesempatan kali ini saya ingin melaporkan persiapan acara besar yaitu “Generasi Tahan Panggung Gembira 6101” di Gontor 1 Ponorogo Jawa Timur.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pembukaan latihan pangung riang gembira ini dilaksanakan pada tanggal 5 April 2026. Saya diberi tugas dan tanggung jawab untuk mendaftarkan dan merekrut peserta kelas 6 untuk menarikan salah satu tarian khas Aceh. Jumlah calon penari yang berhasil saya catat sebanyak 20 siswa kelas 6 yang semuanya berasal dari Gontor 8 Aceh dan dua sisanya dari Pulau Jawa.
Pembukaan gladi bersih panggung suka cita (PG) dilaksanakan pada Selasa malam usai salat Isya. Panggung Gembira merupakan puncak dari Pekan Pengenalan Khutbatu-l-' Arsy yang melibatkan seluruh siswa kelas 6 SD.
Usai melaksanakan pembukaan gladi bersih panggung bahagia, kami melaksanakan salat hajat. Selanjutnya pembukaan latihan tari kelas 6 dilaksanakan di Gedung Olah Raga (GOR) yang letaknya bersebelahan dengan Gedung Sudan.
Alhamdulillah di dalam GOR
Itu banyak nasihat bagus yang kami dapatkan. Berkat nasehat tersebut kami dapat meraih kesuksesan, semangat dan kegembiraan dalam melaksanakan latihan menari untuk acara panggung bahagia yang akan datang.
Pesan dan nasehat tersebut disampaikan Ustaz Yang
sudah lama mengabdi dan bertempat tinggal di Pondok Pesantren (PMDG).
Malam itu saya kaget karena teman saya Haikal Hasibuan bercerita bahwa tarian Aceh akan dipentaskan pada Khutbatu-l-' Arsy (Pekan Pengenalan Tahunan) 1447 H/2026 M.
Saat itu saya selaku penanggung jawab tari Aceh dalam acara Khutbatu-l-' Arsy (KA) langsung mencari dua orang teman saya untuk membantu tugas menjadi penanggung jawab juga yaitu Try Septian dan Wan Wafif Wildan.
Keesokan harinya hal itu selesai
latihan panggung yang menyenangkan. Bersama Try Septian dan Wan Wafif saya menciptakan konsep tari tradisional Aceh untuk acara KA yaitu tari saman Gayo Lues, tari guel dan didong.
Sebelum berlatih tari tradisional, terlebih dahulu kita melakukan absensi di
















