RakyatPos.id – Pakar telematika Roy Suryo menanggapi laporan yang dilayangkan Ketua Umum (Ketum) Gibranisti dan pendiri channel YouTube Bang Bill Offside, Taufik Bilfaqih ke Polres Metro Jakarta Selatan. Laporan ini merupakan buntut dari validasi ijazah doktor Roy Suryo di Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
“Ijazah siapa (dilaporkan)? Ijazah saya? Bagus bagus,” kata Roy Suryo di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (16/7/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Roy menegaskan, tidak ada kendala terkait ijazah. Dia hanya lambat dalam mengambil bukti kelulusannya.
“Jadi artinya sah secara resmi Universitas Negeri Jakarta kemudian menyerahkannya dan tidak ada kesalahan apapun karena saya hanya bisa bilang salah atau tidak salah, saya baru kemudian mengambil ijazahnya kemarin dan saya ambil kemarin setelah UNJ dirusak oleh kelompok tak dikenal yang bilang punya legal standing lalu memaksa saya menemui perwakilan rektor,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menunjukkan salinan ijazah aslinya dari UNJ. Bahkan, ia memamerkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang diraihnya selama perkuliahan.
“Baca bacanya, IPK kumulatif saya 3,86 dan tidak ada nilai lain selain A dan B. Saya hanya punya dua B dibandingkan total A,” ungkapnya.
Sebelumnya, Roy Suryo dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Selatan atas dugaan pencemaran nama baik dan fitnah. Laporan tersebut disampaikan Ketua Umum (Ketum) Gibranisti sekaligus pendiri Channel YouTube Bang Bill Offside, Taufik Bilfaqih, Selasa (16/7/2026).
Laporan tersebut terdaftar dengan nomor LP/B/2805/VII/SPKT/POLRES METRO JAKARTA SELATAN. Selain Roy Suryo (RS), Taufik juga melaporkan seseorang berinisial FF yang diduga pendukung Roy Suryo.
Taufik menjelaskan permasalahan ini bermula dari serangkaian keributan terkait validasi gelar doktor Roy Suryo di Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Taufik mengungkapkan, dirinya merasa difitnah dengan pernyataan Roy Suryo pada jumpa pers baru-baru ini.
Menurutnya, pernyataan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) itu telah menyerang kehormatan dan harkat dan martabatnya di hadapan publik.
Jadi terkait urusan pencemaran nama baik, penghinaan, kehormatan, harga diri saya, yang kemudian mengagung-agungkan yang bersangkutan, membuat orang mengira saya fitnah, saya pembohong, penyebar hoax. Nah, saya tidak terima, kata Taufik Bilfaqih di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Kamis (16/7/2026).
Taufik mengaku awalnya hanya melakukan investigasi akademis terkait status mahasiswa Roy Suryo di UNJ. Namun, kata dia, Roy Suryo justru memberikan tanggapan yang dianggap menyudutkannya.
Ia menilai ada unsur niat jahat dalam pernyataan Roy Suryo tersebut.
“Karena dia mengklarifikasi persoalan UNJ, kami semakin banyak menemukan banyak hal yang janggal, termasuk pernyataan-pernyataannya yang entah ada yang salah, dan saya juga melihat kadang-kadang bukan sekedar salah, ada mens rea-nya. Apalagi dia menuduh saya, dia memfitnah saya, dan memfitnah dia,” tegas Taufik.
















