Ringkasan Berita:
- Rektor UMMAH Bireuen. H. Muharrir Asy'ari, Lc MAg, Rabu (15/7/2026) resmi melantik Dr. Alfiandi Zikra, SH MH untuk memimpin Satgas PPKPT.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Pelantikan dan peresmian (launching) Satgas PPKPT dilakukan langsung di Kampus Utama UMMAH Bireuen.
- Langkah strategis ini diambil sebagai wujud komitmen nyata jajaran civitas akademika UMMAH dalam implementasi Permendikbud Ristek No 55 Tahun 2024 tentang kebijakan anti kekerasan, anti narkoba, dan antikorupsi di kampus.
Laporan Yusmandin Idris I Bireuen
RakyatPos.id, BIREUEN – Rektor Universitas Mahakarya Muhammadiyah Aceh (UMMAH), Bireuen. H. Muharrir Asy'ari, Lc MAg, Rabu (15/7/2026) resmi melantik Dr. Alfiandi Zikra, SH MH untuk memimpin Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT).
Humas UMMAH, Fohan Muzakir, M.Sos kepada Serambinews.com, Rabu (15/7/2026) menjelaskan, proses penunjukan sekaligus peresmian (launching) Satgas PPKPT dilakukan langsung di Kampus Utama UMMAH, Bireuen.
Fohan Muzakir mengatakan, langkah strategis ini diambil sebagai wujud komitmen nyata civitas akademika UMMAH dalam implementasi Permendikbud Ristek No 55 Tahun 2024 tentang kebijakan anti kekerasan, anti narkoba, dan anti korupsi di lingkungan kampus.
“Kehadiran Satgas PPKPT merupakan instrumen krusial untuk menjamin ruang pembelajaran yang inklusif, aman, dan bermartabat.” kata Fohan Muzakir.
Rektor UMMAH, Dr. H. Muharrir Asy'ari berharap tim Satgas mampu bekerja secara profesional, responsif dan edukatif dalam membangun sistem pencegahan dini dan memberikan perlindungan maksimal bagi seluruh civitas akademika.
Rektor juga mengajak seluruh elemen dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa untuk berkolaborasi secara aktif demi mewujudkan UMMAH sebagai kampus yang bersih, berprestasi tinggi dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
“Mari kita bersama-sama mewujudkan kampus yang aman, bersih, dan berprestasi tinggi, serta bebas dari segala bentuk kekerasan,” kata Dr. Muharrir.
Ketua Satgas PPKPT UMMAH, Dr. Alfiandi Zikra, SH, MH menyatakan amanah tersebut merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan secara kolaboratif.
Satgas PPKPT tidak hanya fokus pada penanganan atau penindakan kasus, namun juga memperkuat aspek pencegahan dini melalui edukasi masif ke seluruh program studi dan fakultas.
Baca juga: Prodi Manajemen UMMAH Bireuen Luluskan Tujuh Calon Alumni Pertama
Dr. Alfiandi berkomitmen penuh untuk membangun ekosistem pengaduan yang aman, rahasia dan pro-keadilan, sehingga tidak ada civitas akademika yang merasa takut atau terintimidasi untuk angkat bicara.
Menurut dia, kepatuhan terhadap Permendikbud Ristek Nomor 55 Tahun 2024
harus diwujudkan dalam bentuk tindakan nyata untuk menjaga nama baik kampus sebagai tempat mencetak generasi yang berintegritas.
Menindaklanjuti peluncuran tersebut, Satgas PPKPT UMMAH pun langsung bergerak cepat mengadakan agenda Sosialisasi Kebijakan PPKPT kepada seluruh jajaran Dosen dan Tenaga Kependidikan (Tendik).
“Tim Satgas berkomitmen membangun sistem pencegahan dini dan menyediakan ruang pengaduan yang aman dan adaptif bagi seluruh elemen kampus.” kata dr Alfiandi Zikra.
Dengan dikukuhkannya Satgas ini, UMMAH Bireuen semakin memantapkan posisinya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademis, namun juga menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
dan keadilan.

















