Ringkasan Berita:Rehabilitasi sawah rusak sedang dan optimalisasi sawah rusak ringan akibat bencana banjir di Kabupaten Bireuen telah selesai.
Sedangkan rehabilitasi sawah yang rusak berat akan segera dilakukan setelah mendapat izin dari pemerintah pusat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sedangkan Bendungan Pante Lhong II di Desa Teupin Mane, Distrik Juli, telah selesai dibangun darurat dan kini berfungsi.
Laporan Jurnalis Serambi Indonesia, Yusmandin Idris | Bireuen
RakyatPos.id, BIREUEN – Rehabilitasi sawah rusak sedang dan optimalisasi sawah rusak ringan akibat bencana banjir di Kabupaten Bireuen telah selesai.
Sedangkan rehabilitasi sawah yang rusak berat akan segera dilakukan setelah mendapat izin dari pemerintah pusat.
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Bireuen, Mulyadi SE melalui Juru Bicara Pemkab Bireuen, Muhajir Juli, Selasa (14/7/2026), mengatakan, rehabilitasi sawah rusak sedang seluas 677 hektare telah dimulai pada Februari 2026 dan kini telah selesai seluruhnya.
Baca juga: Sawah Rusak Parah di Pidie Perlu Segera Ditangani
Selain itu, program optimalisasi lahan sawah rusak ringan seluas 1.323 hektare yang terkena dampak banjir dan tertutup lumpur juga telah selesai.
Seluruh kegiatan tersebut didanai oleh Kementerian Pertanian, sedangkan pelaksanaan di lapangan dilakukan oleh kelompok tani.
Muhajir menambahkan, Kementerian Pertanian melalui Distanbun Bireuen juga telah mendistribusikan benih kepada seluruh petani yang lahannya masuk dalam program rehabilitasi dan optimalisasi pascabencana hidrometeorologi di Sumatera.
Bendungan Pante Lhong
Sedangkan Bendungan Pante Lhong II di Desa Teupin Mane, Distrik Juli, telah selesai dibangun darurat dan kini berfungsi.
Namun airnya belum bisa dialirkan ke jaringan irigasi karena masih menunggu selesainya perbaikan saluran Aramco di tiga titik di Desa Gunci, Kecamatan Juli.
Jika tidak ada kendala, perbaikan Aramco yang dimulai Sabtu (11/7/2026) diperkirakan selesai dalam waktu tiga minggu, kata Muhajir.
Ia juga mengatakan, usulan rehabilitasi sawah rusak berat seluas 1.091 hektare yang diajukan Distanbun Bireuen telah disetujui pemerintah pusat dan akan segera direalisasikan.
Sementara untuk menunjang sawah tadah hujan atau lahan yang belum mendapat pasokan irigasi optimal, pemerintah memfasilitasi pembangunan 102 sumur bor dengan kedalaman sekitar 60 meter.
Hingga saat ini, sebanyak 82 unit telah selesai dibangun, sedangkan 20 unit lainnya masih dalam tahap pembangunan.
Seluruh pembangunan sumur bor juga dilakukan oleh kelompok tani sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan sektor pertanian di Kabupaten Bireuen pasca bencana.

















