Riset Digitalisasi Dayah Aceh, Putra Asal Singkil Dr Andika Jadi Inspirasi Peneliti UINSU Medan
RakyatPos.id – Bermula dari kegelisahan melihat perkembangan pendidikan Dayah di Aceh, Dr Andika Novriadi Cibro, M.Ag., berhasil mengembangkan penelitian yang tidak hanya menghasilkan karya akademis, namun juga melahirkan inovasi digital untuk mendukung transformasi pendidikan Islam.
Putra asal Aceh Singkil ini kini menjadi sosok yang mendapat perhatian di kalangan akademisi setelah dipercaya menjadi narasumber dalam kegiatan Teras Literasi Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan yang digelar pada Selasa (28/7/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam forum bertajuk “Transformasi Digital: Membangun Ekosistem Pembelajaran yang Inovatif dan Berkelanjutan di Era Society 5.0″Dr Andika akan berbagi pengalaman bagaimana penelitian dapat dikembangkan menjadi solusi nyata bagi dunia pendidikan.
Undangan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas kontribusinya terhadap pengembangan pendidikan Islam berbasis riset dan inovasi digital.
Selain dikenal sebagai akademisi, Dr Andika juga merupakan Pimpinan Pondok Pesantren Darur Rasyid Aceh Singkil, penggiat Pramuka Pondok Pesantren di Aceh, dan Ketua Bidang Kerjasama Ikatan Alumni Dayah Aceh (ISAD).
Melalui berbagai peran tersebut, ia aktif membangun kolaborasi antara pesantren, universitas, pemerintah dan berbagai institusi untuk mendorong kemajuan pendidikan Islam.
Dalam forum ini, Dr Andika akan berbagi pengalaman bagaimana penelitian dapat menjadi solusi berbagai permasalahan nyata di dunia pendidikan.
Ia akan mengulas proses pengembangan produk berbasis Research and Development (R&D), pentingnya membangun budaya literasi akademik, serta strategi mewujudkan transformasi digital yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Berawal dari observasi pendidikan Dayah
Ide penelitian Dr Andika lahir dari pengamatannya terhadap implementasi Qanun Aceh Nomor 9 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Dayah.
Menurutnya, peraturan ini telah memberikan arah yang jelas bagi pengembangan pendidikan dayah di Aceh.
Namun dalam implementasinya masih diperlukan berbagai inovasi agar tujuan qanun dapat terwujud dengan lebih efektif, khususnya dalam pengembangan karakter peserta didik dan pemanfaatan teknologi digital.
Berdasarkan kebutuhan tersebut, melalui disertasinya pada Program Doktor Pascasarjana UINSU, Dr Andika mengembangkan Aplikasi Pramuka Pondok Pesantren, sebuah produk digital yang mengintegrasikan nilai-nilai pendidikan Dayah dengan pendidikan kepramukaan sebagai media pembentukan karakter santri.
Penelitian ini dinilai memiliki kebaruan yang kuat karena berhasil menerjemahkan kebijakan pendidikan Dayah menjadi sebuah inovasi digital yang aplikatif dan dapat diterapkan di lingkungan pesantren.
“Penelitian tidak boleh berhenti pada kajian teori saja. Hasil penelitian harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan menghadirkan solusi yang dapat diimplementasikan secara nyata,” ujar Dr Andika, Minggiu (26/7/2026).
















