RakyatPos.id – Nama Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo kembali menjadi perhatian publik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Setelah sebelumnya ramai diperbincangkan terkait isu perjalanan dinas ke New York yang menyeret nama anggota keluarganya, kini Dody kembali menjadi sorotan setelah video gesturnya saat kunjungan kerja viral di media sosial.
Dalam video yang beredar luas, Dody terlihat baru saja turun dari pesawat dan berjalan menuju sejumlah pihak yang sudah menunggu kedatangannya.
Ia tampak menerima penggantungan kain sebagai bentuk sambutan dan berjabat tangan dengan wanita yang mengalungkan kain.
Namun perhatian netizen tertuju pada momen seorang pria mengulurkan tangan untuk berjabat tangan.
Dalam video tersebut, Dody terlihat tak terima dengan uluran tangan tersebut dan terus berjalan.
Video tersebut kemudian menuai beragam komentar dari warganet.
Beberapa orang menganggap tindakan ini tidak biasa, sementara yang lain memperingatkan agar tidak terburu-buru mengambil kesimpulan tentang makna di balik klip video tersebut.
Polemik ke New York
Sebelumnya, Dody Hanggodo juga menjadi sorotan publik usai beredarnya dokumen bernama surat resmi Kementerian Pekerjaan Umum (PU) ke Amerika Serikat di media sosial.
Dokumen tersebut memuat nama istri Dody, Irma Hermawati, dan putrinya, Aurellia Tsabitha, yang masuk dalam kelompok agenda Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 13–19 Juli 2026.
Hal ini kemudian menyita perhatian warganet, khususnya terkait penggunaan paspor diplomatik Irma, sedangkan putrinya tercatat menggunakan paspor biasa.
Surat tersebut ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum Apri Artoto.
Menanggapi polemik yang berkembang, Apri membantah anggapan bahwa perjalanan keluarga Menteri Pekerjaan Umum akan dibiayai menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Perlu saya tegaskan di sini, untuk pembiayaan keluarga tidak menggunakan dana APBN. Jika ada kepergian anggota keluarga, maka pembiayaannya menggunakan dana pribadi,” kata Apri.
Apri menjelaskan, nama istri dan anak Dody dicantumkan dalam surat delegasi untuk keperluan pengurusan visa melalui Kementerian Luar Negeri.
Ia pun menegaskan, dokumen yang beredar masih berupa rencana perjalanan dan belum terealisasi.
Terkait daftar itu, ada anggota keluarga. Dalam komunikasi kami dengan Kementerian Luar Negeri terkait pengurusan visa, sebaiknya dimasukkan dalam satu daftar, katanya.
Selain itu, Apri menjelaskan penggunaan paspor diplomatik oleh istri pejabat yang sedang menjalankan tugas kedinasan diperbolehkan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Secara aturan, pasangan pejabat yang menjabat bisa menggunakan paspor diplomatik mengikuti suaminya,” ujarnya.
Apri menegaskan, tidak ada dana negara yang berasal dari pajak masyarakat yang digunakan untuk membiayai rencana perjalanan tersebut.
Namun dokumen tersebut masih memunculkan berbagai spekulasi di media sosial karena agenda resminya bertepatan dengan final Piala Dunia 2026 yang dijadwalkan berlangsung di MetLife Stadium, New Jersey, pada 19 Juli 2026.
Letak stadion yang tak jauh dari New York juga menjadi salah satu penyebab munculnya berbagai asumsi di ruang publik.
sosok Dody
Di tengah berbagai sorotan yang tertuju padanya, Dody Hanggodo merupakan seorang insinyur sekaligus pengusaha kelahiran Mojokerto, Jawa Timur, pada 7 Februari 1966.
Ia dilantik menjadi Menteri Pekerjaan Umum (PU) pada Kabinet Merah Putih oleh Presiden Prabowo Subianto pada 21 Oktober 2024.
Dalam kehidupan berkeluarga, Dody dikenal sebagai ayah dari Aushaf Fajr Herdiansyah, tokoh Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).
Putranya pun dikabarkan mencalonkan diri sebagai wakil bupati Nganjuk pada Pilkada 2024.
Sejarah pendidikan Dody bermula di SD Rajawali Banjarmasin.
Ia kemudian melanjutkan pendidikannya di SMP Negeri 2 Temanggung dan SMA Kolese De Britto Yogyakarta sebelum melanjutkan pendidikan tinggi di Institut Teknologi Bandung (ITB).
Dody lulus dari ITB pada tahun 1989 dengan gelar Sarjana Teknik Perminyakan.
Tiga tahun kemudian, beliau memperoleh gelar Master di bidang Petroleum Engineering dari University of Tulsa, Oklahoma, Amerika Serikat.
Karir profesional Dody dimulai sebagai Petroleum Engineer di ASAMERA Oil Co. pada tahun 1989–1990.
Setelah itu beliau menjabat sebagai Oil Field Production Supervisor hingga tahun 1995 dan berkarir di bidang perbankan sebagai Assistant Vice President Citibank NA pada periode 1993–1998.
Pengalamannya di dunia bisnis juga cukup luas. Dody menjabat sebagai Executive Vice President Marketing & Business Development PT Dual Samudera Perkasa pada tahun 2007–2011 sebelum akhirnya terjun ke dunia politik.
Di bidang politik, Dody bergabung dengan Partai Demokrat dan saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat periode 2025-2030.
Selain itu, ia juga dipercaya menjadi Dewan Pembina Persatuan Insinyur Indonesia (PII).
















