Oleh: Tgk Mustafa Husen Woyla*)
CANGKIR Dunia 2026 kini sudah memasuki babak semifinal. Tentunya ada sejumlah fakta menarik dari empat negara yang lolos ke babak semifinal.
Diantaranya, empat semifinalis Piala Dunia 2026 yang menempati peringkat 1-4 FIFA, yakni Prancis (1.948 poin), Argentina (1.943), Spanyol (1.934), dan Inggris (1.889).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Fakta lainnya, semua semifinalis sudah menjadi juara dunia hingga final, sehingga final pasti akan mempertemukan mantan juara.
Namun, sebagai umat Islam, ada hal lain yang patut kita perhatikan dari pesta olahraga terbesar empat tahun sekali ini.
Bahwa Piala Dunia bukan sekadar ajang olahraga, namun juga ruang interaksi budaya dan nilai.
Babak semifinal yang menyedot perhatian miliaran orang ini bisa menjadi ruang dakwah Islam jika dimaknai secara bijak.
Ah, memasak, kan? tanya anak-anak muda itu. Bukankah Piala Dunia bisa menjadi ajang dakwah dan menyebarkan Islam?
Baca juga: Saat Piala Dunia Menjadi Lapang Taruhan: Menjaga Semangat Sepak Bola dari Jerat Judi Online
Untuk menjawabnya mari kita bahas pelan-pelan. Jangan lupa siapkan kopi hitam agar kepala terasa lebih ringan.
Berbagi Identitas Islam
Ada teman yang bertanya kepada saya, dari empat semifinalis Piala Dunia 2026, manakah yang ada di benak Teungku untuk menjadi juara dunia?
Saya menjawab bahwa saya tidak memihak siapa pun, karena saya tidak terlalu mengerti sepak bola.
Namun jika ditanya, siapakah yang Anda perkirakan akan menjadi juara dan menjadi Juara Dunia pada tahun 2026?
Maka saya akan menjawab: Urutan pertama yang saya harapkan adalah Prancis, kedua Spanyol, dan ketiga Inggris.
Bagaimana dengan Argentina? Jadi aku akan bertanya kembali. Apa keuntungan mendukung Argentina?
Pastinya saya akan ditanya lagi, apa keuntungan mengharapkan Prancis, Spanyol, atau setidaknya Inggris menjadi juara dunia?
















