Ringkasan Berita:
- Menteri Tenaga Kerja Yassierli menghadiri Pertemuan Menteri Perburuhan dan Ketenagakerjaan BRICS (LEMM) di India pada tanggal 15–16 Juli 2026 untuk memperkuat kerja sama ketenagakerjaan internasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Forum tersebut membahas penguatan jaminan sosial, peningkatan partisipasi perempuan, pengembangan keterampilan kerja, dan pemanfaatan teknologi digital bagi pekerja.
- Indonesia akan berbagi praktik baik dan memperluas kolaborasi untuk meningkatkan daya saing angkatan kerja dan menghadapi tantangan dunia kerja global.
Laporan Jurnalis Serambi Indonesia Saifullah | Jakarta
RakyatPos.id, JAKARTA – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) RI, Yassierli dijadwalkan menghadiri Pertemuan Menteri Tenaga Kerja dan Ketenagakerjaan (LEMM) BRICS yang akan berlangsung di India pada 15–16 Juli 2026.
Pertemuan tersebut menjadi forum strategis bagi para menteri ketenagakerjaan negara anggota BRICS untuk memperkuat kerja sama sekaligus membahas berbagai tantangan ketenagakerjaan yang terus berkembang di tingkat global.
Partisipasi Indonesia dalam forum internasional ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperluas kemitraan global di bidang ketenagakerjaan.
Sekaligus meningkatkan kolaborasi dalam menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin dinamis akibat perkembangan teknologi, transformasi industri dan perubahan kebutuhan pasar tenaga kerja.
Pada pertemuan LEMM BRICS tahun ini, para menteri akan membahas empat agenda utama yang dinilai menjadi tantangan bersama bagi negara-negara anggota.
Isu pertama adalah penguatan sistem jaminan sosial dan upaya mendorong formalisasi pasar tenaga kerja agar lebih banyak pekerja mendapat perlindungan yang memadai.
Agenda kedua membahas peningkatan partisipasi perempuan dalam angkatan kerja sekaligus memperkuat kebijakan yang mendorong inklusi angkatan kerja.
Baca juga: Menaker: Perluasan Jaminan Sosial Harus Menjangkau Pekerja Informal
Diskusi ini diharapkan menghasilkan berbagai strategi untuk memperluas kesempatan kerja bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa diskriminasi.
Selain itu, forum tersebut juga akan membahas kerja sama peningkatan daya saing tenaga kerja melalui pemetaan kebutuhan keterampilan, pengembangan kompetensi, dan peningkatan kualitas pelatihan kerja agar lebih sesuai dengan kebutuhan industri di masa depan.
Isu strategis lainnya adalah pemanfaatan teknologi digital bagi seluruh pekerja, termasuk pekerja gig dan pekerja berbasis platform digital.
Negara-negara anggota BRICS akan bertukar pandangan mengenai kebijakan yang dapat menciptakan ekosistem kerja digital yang produktif sekaligus memberikan perlindungan yang memadai bagi pekerja.
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli mengatakan, kehadiran Indonesia di forum BRICS merupakan momentum penting untuk memperkuat hubungan kerja sama internasional di bidang ketenagakerjaan.
Menurutnya, berbagai tantangan dunia kerja saat ini tidak bisa diselesaikan sendiri-sendiri sehingga diperlukan kolaborasi antar negara.

















