Sentani, RakyatPos.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Cenderawasih (KKN Uncen) Jayapura, Papua menyediakan tiga drop box di Kampung Asei Besar, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, pada Jumat (24/7/2026).
Keberadaan drop box botol plastik diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk memilah sampah dari sumbernya dan memberikan manfaat ekonomi.
Ketua KKN Kelompok 18 Hesti Selvianingrum mengatakan, pengelolaan sampah plastik di Desa Asei Besar memiliki beberapa tantangan, salah satunya adalah belum adanya fasilitas pemilahan sampah khusus sampah botol plastik dan belum adanya sistem pengumpulan yang terintegrasi dengan bank sampah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Oleh karena itu, kelompok 18 membangun drop box botol plastik sebagai saran pengumpulan yang mudah diakses oleh masyarakat atau wisatawan.
“Program ini selain bertujuan untuk mengurangi pencemaran, juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya memilah sampah dari sumbernya,” ujar mahasiswa Akuntansi angkatan 2023 tersebut.
Hesti menambahkan drop box ini merupakan langkah awal membangun budaya peduli lingkungan melalui kerjasama antara Pemerintah Desa Asei Besar, BUMKam Yo Holey, Bank Sampah Jayapura, Earth Hour Jayapura, dan masyarakat setempat.
Dosen Asisten Lapangan Pascalina Sesa mengatakan mahasiswa KKN ini akan dimulai pada tanggal 29 Juni hingga 31 Juli 2026 dengan mengangkat tema KKN membumi.
Tema ini diusung untuk membangun semangat mahasiswa dan menjangkau langsung masyarakat di lapangan.
“Jadi kami punya rencana bantuan seperti ini (drop box) sebagai kelanjutan program pengembangan desa sebagai ekowisata,” kata Pascalina Sesa.
Kepala Desa Asei Besar Anthonetha Ohee mengapresiasi pemberian drop box dari mahasiswa KKN. Hal ini dapat mendorong kesadaran masyarakat terhadap kepedulian lingkungan dan menjadi nilai tambah ekonomi.
“Dropbox ini bagus sekali. Kebetulan desa ini juga desa wisata. Dengan adanya bantuan ini masyarakat bisa sadar bahwa sampah harus dimasukkan ke dalam drop box. Makanya saya berterima kasih kepada mereka,” ujarnya.
Ia mengatakan, sebelumnya sudah ada masyarakat yang mengumpulkan sampah dan menjualnya di bank sampah di Komba. Namun karena terjadi banjir bandang beberapa tahun lalu, kegiatan ini terhenti.
Dosen Akuntansi Uncen, Sara Paru, salah satu pembicara mengatakan, setiap desa di Papua memiliki karakteristik BUMkam yang berbeda-beda. “Di Pulau Asei, ekowisata lebih mungkin ditingkatkan,” ujarnya.
Sara mengatakan, ketika kawasan ini berkembang menjadi ekowisata dan semakin banyak wisatawan, maka sampah yang dihasilkan pun bisa semakin meningkat.
Sehingga ada pemilahan sampah plastik, selain berdampak pada lingkungan juga menjadi peluang pemasukan baru bagi BUMkam.
“Jadi itu peluang baru yang kita temukan ketika kita melakukan go green di kampus, memilah sampah plastik, kemudian mendaftar di Bank Sampah, membuat akun, menimbangnya, dan menentukan nilai keekonomiannya,” ujarnya.
Postingan Mahasiswa KKN Uncen Ajak Pemilahan Sampah Plastik Lewat Drop Box pertama kali muncul di RakyatPos.id Papua.
















