Ringkasan Berita:
- Kabupaten Aceh Tamiang mengalami krisis bahan bakar akibat berkurangnya pasokan Pertamina hingga 50 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Penurunan volume distribusi dari 18 ton menjadi 8 ton memicu fenomena panik membeli di masyarakat.
- DPRK Aceh Tamiang berkoordinasi dengan DPR RI untuk mengatasi kendala distribusi BBM.
- Kelangkaan tersebut menyebabkan antrean panjang di SPBU dan melonjaknya harga eceran hingga Rp35.000 per botol.
Laporan Jurnalis Serambi Indonesia, Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang
RakyatPos.id, KUALASIMPANG – Krisis bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di Kabupaten Aceh Tamiang diduga dipicu oleh berkurangnya pasokan dari Pertamina hingga 50 persen.
Fakta itu terungkap setelah Komisi III DPRK Aceh Tamiang menggelar rapat dengan sejumlah pengelola stasiun bahan bakar umum (SPBU) di wilayah tersebut.
Anggota DPRK Aceh Tamiang, Muazzin mengatakan, hingga saat ini rata-rata pasokan BBM yang diterima SPBU mencapai sekitar 18 ton. Namun dalam sepekan terakhir, volume distribusi turun menjadi sekitar 8 ton.
Biasanya Pertalite mendapat alokasi 16 ton, Solar 16 ton, dan Pertamax 8 ton. Karena BBM yang masuk lebih sedikit, masyarakat berbondong-bondong membelinya sehingga menimbulkan kepanikan membeli, kata Muazzin di Karang Baru, Minggu (12/7/2026).
Baca juga: Krisis BBM Intai Aceh Tamiang, Pedagang Khawatir Pasokan Barang Stagnan
Menurut dia, DPRK Aceh Tamiang juga sudah berkoordinasi dengan DPR RI untuk menyampaikan persoalan tersebut.
Ia mengatakan, pemerintah pusat telah memperhatikan kondisi distribusi BBM di Aceh Tamiang.
Muazzin menegaskan DPRK akan terus memantau perkembangan distribusi BBM hingga pasokan kembali normal dan masyarakat tidak lagi kesulitan mendapatkan BBM.
Berdasarkan pantauan di sejumlah SPBU di Aceh Tamiang, antrian kendaraan masih mengular sehingga menyebabkan kemacetan di sekitar lokasi pengisian bahan bakar.
Kelangkaan ini juga berdampak pada melonjaknya harga BBM di tingkat eceran. Di sejumlah titik, BBM dijual hingga Rp35.000 per botol.

















