RakyatPos.id – – Kapal motor atau KM Nurul Salsa yang membawa 23 penumpang tenggelam setelah mesin mati di perairan sebelah barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Hingga saat ini belum diketahui nasib 23 penumpang tersebut.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar mengatakan, KM Nurul Salsa berlayar membawa penumpang dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar pada Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 05.00 WITA.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Begitu kami mendapat informasi terkait KM Nurul Salsa yang mengalami mati mesin di perairan Selayar, kami segera mengerahkan unsur SAR untuk mencari dan mengevakuasi seluruh penumpang dan awak kapal,” kata Arif dalam keterangannya, Kamis (16/7/2026).
Dalam operasi tersebut, kata dia, SAR mengerahkan KM Harapan Kita untuk mencari para korban. Pada Kamis (16/7) sekitar pukul 04.00 WITA, tim berhasil menemukan dan mengevakuasi sejumlah penumpang KM Nurul Salsa.
Saat itu, 41 orang berhasil dievakuasi KM Harapan Kita termasuk awak kapal, sedangkan 6 orang lainnya berhasil diselamatkan oleh perahu nelayan yang berada di sekitar lokasi kejadian. Dari total 47 orang yang dievakuasi, 1 orang dilaporkan meninggal dunia.
Arif mengatakan, setelah pihaknya melakukan pendataan ulang, total penumpang dan awak pesawat mencapai 70 orang. Dengan data tersebut, berarti masih ada 23 orang yang dicari.
Data awal yang kami terima menyebutkan jumlah penumpang sebanyak 50 orang. Namun setelah dilakukan verifikasi ulang dengan pihak terkait, total penumpang di dalamnya mencapai 70 orang. Saat ini tim SAR gabungan masih mencari 23 orang yang belum ditemukan, kata Arif.
Ditegaskannya, seluruh unsur gabungan SAR akan terus melakukan upaya pencarian maksimal sesuai prosedur operasional SAR. Ia menegaskan, operasi pencarian melibatkan unsur SAR gabungan.
“Kami mohon doanya, semoga tim SAR gabungan bisa segera menemukan korban yang masih dalam pencarian. Namun data korban ini masih belum valid, karena tim SAR gabungan masih menunggu informasi dari pihak keluarga, dan mudah-mudahan tidak ada lagi laporan keluarga yang berada di KM Nurul Salsa,” ujarnya.
















