Ringkasan Berita:
- Pemkab Aceh Barat memastikan pembangunan jembatan Jambak-Canggai di Kecamatan Pante Ceureumen sudah mulai dikerjakan oleh Dinas PUPR
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Selama proses pembangunan yang diperkirakan memakan waktu sekitar tiga bulan tersebut, pemerintah setempat akan menyediakan mobil angkutan khusus untuk mengantar dan menjemput siswa.
- Tarmizi SP MM mengatakan, jembatan tersebut mengalami kerusakan parah akibat banjir yang melanda kawasan tersebut pada akhir tahun 2025.
“Sambil menunggu pembangunan jembatan selesai sekitar tiga bulan, pemerintah akan menyediakan kendaraan angkutan khusus untuk antar jemput siswa.” Tarmizi. Bupati Aceh Barat
RakyatPos.id, MEULABOH – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat memastikan pembangunan jembatan Jambak–Canggai di Kecamatan Pante Ceureumen sudah mulai dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Selama proses pembangunan yang diperkirakan memakan waktu sekitar tiga bulan tersebut, pemerintah setempat akan menyediakan mobil angkutan khusus untuk mengantar dan menjemput siswa-siswa Desa Canggai sehingga mereka tidak perlu lagi menyeberangi sungai untuk bersekolah di Desa Jambak.
Bupati Aceh Barat Tarmizi SP MM mengatakan jembatan tersebut mengalami kerusakan parah akibat banjir yang melanda wilayah tersebut pada akhir tahun 2025. Sejak saat itu, akses masyarakat khususnya pelajar terganggu.
“Sambil menunggu pembangunan jembatan selesai sekitar tiga bulan, pemerintah akan menyediakan mobil angkutan khusus untuk antar jemput siswa,” kata Tarmizi kepada Serambi di sela-sela melihat kondisi jembatan, Rabu (22/7/2026).
Ia menjelaskan, saat musim kemarau sebagian orang tua memilih menyeberangi sungai untuk mengantar anaknya ke sekolah karena jalur alternatif yang cukup jauh. Kondisi tersebut bahkan menjadi perhatian publik setelah videonya beredar di media sosial.
Karena itu, Tarmizi mengimbau para orang tua tidak lagi membawa anaknya menyeberangi sungai demi alasan keamanan. “Mungkin bagi masyarakat di gampong hal ini sudah menjadi hal biasa. Namun bagi masyarakat yang melihatnya dari luar tentu menimbulkan berbagai respon. Keselamatan anak harus menjadi prioritas,” ujarnya.
Tarmizi menegaskan, pemerintah daerah tidak pernah mengabaikan kebutuhan masyarakat, khususnya terkait akses terhadap pendidikan. Namun proses pembangunan jembatan membutuhkan waktu karena harus melalui tahapan administrasi dan pengadaan sesuai aturan.
Dia menjelaskan, anggaran pembangunan bersumber dari dana Transfer ke Daerah (TKD) yang baru dikembalikan pemerintah pusat pada April 2026. Setelah itu, pemerintah harus melalui tahapan penetapan pekerjaan, penyusunan rencana, bahkan proses tender karena nilai proyek mencapai sekitar Rp 1 miliar.
Karena nilainya di atas Rp400 juta, maka proyek ini harus melalui proses tender. Makanya pembangunannya baru bisa dimulai sekarang, jelasnya.
Tarmizi optimistis pembangunan jembatan Jambak-Canggai dapat selesai pada tahun ini sehingga masyarakat khususnya siswa kembali memiliki akses aman ke sekolah.(sb)
Usulan Pembangunan Jembatan Sikundo
Di dalam Selain itu, Pemkab Aceh Barat juga terus berupaya membangun kembali jembatan Sikundo yang sempat hancur total akibat banjir tahun lalu. Usulan ini telah diajukan melalui program rehabilitasi dan rekonstruksi dengan anggaran Rp4 miliar.
“Datanya sudah diminta oleh Satgas Rehabilitasi Penyisihan pemerintah pusat. Insya Allah jembatan Sikundo akan dibangun Polda Aceh. Sumber dananya bukan dari dana rehabilitasi pengintaian atau TKD,” ujarnya.
Tarmizi menjelaskan, pada tahun ini pemerintah daerah memprioritaskan pengelolaan infrastruktur di wilayah terdampak bencana, antara lain rehabilitasi jembatan, pengamanan bantaran sungai, pembangunan kantor keuchik, jalan penghubung, dan gorong-gorong agar masyarakat tidak kembali terisolasi saat banjir terjadi.(sb)

















