Iran tidak akan membiarkan AS ikut campur di Selat Hormuz, mengancam akan menyerang mereka yang membantu Washington

- Jurnalis

Selasa, 14 Juli 2026 - 06:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ringkasan Berita:

  • Komando Gabungan Angkatan Bersenjata Iran memperingatkan Amerika Serikat agar tidak mencoba melakukan intervensi di wilayah tersebut. Teheran juga mengancam akan mengambil tindakan terhadap mereka yang memberikan dukungan kepada militer AS.
  • ADVERTISEMENT

    paralax

    SCROLL TO RESUME CONTENT

  • Juru Bicara Markas Besar Khatam al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, mengatakan Iran akan mempertahankan kendali atas Selat Hormuz dan tidak akan mentolerir campur tangan asing.

RakyatPos.id – Ketegangan antara Iran dan Amerika kembali memanas. Militer Iran menegaskan tidak akan membiarkan Washington ikut campur dalam pengelolaan Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi urat nadi perdagangan energi dunia.

Komando Gabungan Angkatan Bersenjata Iran memperingatkan Amerika Serikat agar tidak mencoba melakukan intervensi di wilayah tersebut. Teheran juga mengancam akan mengambil tindakan terhadap mereka yang memberikan dukungan kepada militer AS.

Juru Bicara Markas Besar Khatam al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, mengatakan Iran akan mempertahankan kendali atas Selat Hormuz dan tidak akan mentolerir campur tangan asing.

Baca juga: Trump mengaku akan mengambil alih Selat Hormuz, Iran menegaskan tidak akan mundur

“Kami tidak dan tidak akan membiarkan Amerika Serikat ikut campur dalam pengelolaan Selat Hormuz,” kata Zolfaghari dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah Iran, IRIB.

Ia menegaskan, pasukan Iran akan bertindak tegas terhadap segala upaya yang dianggap mengganggu keamanan di kawasan.

Zolfaghari juga memperingatkan bahwa segala bentuk kerja sama dengan Amerika Serikat, termasuk dukungan logistik kepada pasukan AS, akan dianggap sebagai tindakan yang mengancam kedaulatan dan keamanan nasional Iran.

Menurutnya, konsekuensi dari langkah tersebut berpotensi menyeret seluruh negara di kawasan ke dalam konflik yang lebih luas.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengeluarkan ancaman keras terhadap Iran. Trump menuduh Teheran melanggar perjanjian sementara yang dicapai sebelumnya.

Dalam pernyataan yang dikutip Gedung Putih, Trump mengatakan Iran telah berulang kali mengingkari perjanjian sehingga Washington siap memberikan tanggapan yang lebih keras.

“Perjanjian telah tercapai, lalu mereka melanggarnya. Mereka selalu melanggarnya. Kami telah membuat 10 kesepakatan dengan mereka, jadi kami akan memberikan mereka hukuman yang sangat berat,” kata Trump.

Trump juga menyebut Iran sebagai “sekelompok orang jahat” dan mengatakan pemerintahannya tidak akan ragu mengambil tindakan lebih tegas jika Teheran terus melanggar komitmen yang telah disepakati.

Pernyataan saling mengancam dari kedua negara menambah kekhawatiran dunia akan meningkatnya eskalasi di kawasan Teluk Persia, khususnya di Selat Hormuz yang merupakan jalur utama pelayaran sekitar seperlima pasokan minyak dunia.

Ketegangan di kawasan berpotensi mempengaruhi stabilitas keamanan kawasan dan pasar energi global.


JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Laptop untuk Mahasiswa yang Stylish dan Ringan? Coba ASUS Vivobook S14 OLED
Ballroom Trump Semakin Maju. Legalitasnya Masih Dipertanyakan.
Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan
Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961
Shane McClanahan dari Rays: Keluar karena kemungkinan cedera punggung
Heboh Mall Besar di Jakarta dan Surabaya Ramai Pasang Pagar Tinggi, Ada Apa?
Berita Pasar Saham dan Alat Penelitian
Tunjangan Kinerja TNI Meningkat, Berikut Rinciannya dari Prajurit hingga Jenderal Bintang 4

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:13 WIB

Laptop untuk Mahasiswa yang Stylish dan Ringan? Coba ASUS Vivobook S14 OLED

Jumat, 31 Juli 2026 - 01:14 WIB

Ballroom Trump Semakin Maju. Legalitasnya Masih Dipertanyakan.

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:59 WIB

Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:46 WIB

Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:35 WIB

Shane McClanahan dari Rays: Keluar karena kemungkinan cedera punggung

Berita Terbaru