Ringkasan Berita:
- Kementerian Listrik, Air, dan Energi Terbarukan Kuwait mengatakan serangan itu memicu kebakaran dan menyebabkan kerusakan pada fasilitas strategis yang berperan penting dalam pasokan listrik dan air bersih di negara tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Dalam keterangan resminya, kementerian menyebutkan tim pemadam kebakaran telah berhasil mengendalikan kobaran api. Sementara itu, tim teknis masih berupaya memperbaiki kerusakan dan memulihkan unit-unit yang terdampak agar dapat beroperasi kembali.
RakyatPos.id – Ketegangan di kawasan Teluk kembali meningkat setelah Kuwait mengonfirmasi bahwa salah satu pembangkit listrik dan pabrik desalinasi airnya menjadi sasaran serangan rudal Iran.
Kementerian Listrik, Air, dan Energi Terbarukan Kuwait mengatakan serangan itu memicu kebakaran dan menyebabkan kerusakan pada fasilitas strategis yang berperan penting dalam pasokan listrik dan air bersih di negara tersebut.
Dalam keterangan resminya, kementerian menyebutkan tim pemadam kebakaran telah berhasil mengendalikan kobaran api. Sementara itu, tim teknis masih berupaya memperbaiki kerusakan dan memulihkan unit-unit yang terdampak agar dapat beroperasi kembali.
Pemerintah Kuwait juga meminta seluruh warga dan warganya untuk menghemat penggunaan listrik untuk menjaga stabilitas jaringan selama proses pemulihan.
Di sisi lain, Iran mengklaim serangan tersebut berhasil menghancurkan sejumlah platform peluncuran dan sistem roket High Mobility Artillery Rocket System (HIMARS) di beberapa lokasi di Kuwait. Teheran menuduh lokasi tersebut digunakan oleh pasukan Amerika Serikat dan kelompok bersenjata yang didukung Israel.
Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran dalam pernyataannya mengatakan operasi tersebut menewaskan sejumlah pasukan khusus Amerika dan kelompok yang digambarkan sebagai “anti-revolusioner”.
“Serangan Iran melenyapkan sejumlah besar pasukan anti-revolusioner dan pasukan khusus Amerika, dan operasi balasan masih berlangsung,” kata IRGC dalam sebuah pernyataan.
Baca juga: Iran Menuduh AS Melakukan Kejahatan Perang karena Menyerang Infrastruktur Sipil
Serangan terhadap Kuwait terjadi di tengah eskalasi konflik yang terus memburuk antara Iran dan Amerika Serikat.
Untuk malam keenam berturut-turut, militer AS melancarkan gelombang serangan udara besar-besaran di wilayah Iran. Sebagai tanggapan, Teheran menembakkan rudal dan drone ke sejumlah negara Teluk serta pangkalan militer AS di wilayah tersebut.
Menurut pemerintah Iran, setidaknya 38 orang telah tewas dan lebih dari 400 orang terluka dalam serangan AS sejak kedua negara bertemu di Swiss pada 22 Juni dalam pembicaraan yang bertujuan untuk mengakhiri konflik melalui masa negosiasi 60 hari.
Dari jumlah korban tersebut, setidaknya delapan orang dilaporkan meninggal dunia akibat penyerangan yang terjadi tadi malam.
Sementara itu, kantor berita Tasnim melaporkan, serangan udara AS di kawasan Tappeh Allah Akbar, Bandar Abbas, Iran selatan, menewaskan seorang ibu dan melukai bayi laki-lakinya yang berusia satu tahun akibat terkena pecahan peluru.
Selain ibu dan anak, delapan warga lainnya juga dilaporkan terluka dalam penyerangan yang melanda kawasan pemukiman tersebut.

















