Ringkasan Berita:
- Militer Iran mengatakan pesawat tak berawak itu ditembak jatuh ketika sistem pertahanan udaranya merespons apa yang disebutnya sebagai “serangan musuh” untuk mengamankan wilayah udara negaranya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Peristiwa ini terjadi setelah militer Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran dan infrastruktur militer di berbagai wilayah Iran, antara lain Provinsi Bushehr, Khuzestan, Hormozgan, serta jalur kereta api yang menghubungkan Teheran dengan Mashhad.
RakyatPos.id – Ketegangan antara Iran dan Amerika kembali meningkat. Militer Iran mengaku berhasil menembak jatuh drone milik Amerika Serikat di atas kawasan Bandar Abbas, Senin (13/7/2026), hanya beberapa jam setelah Washington melancarkan gelombang serangan baru ke sejumlah sasaran di Iran.
Menurut laporan Kantor Berita Mehr, pertahanan udara Iran mendeteksi, mencegat dan menghancurkan sebuah drone yang dikenal sebagai drone jenis “Lucas” di langit Distrik Bandar Abbas, dekat Hajiabad, Provinsi Hormozgan.
Militer Iran mengatakan pesawat tak berawak itu ditembak jatuh ketika sistem pertahanan udaranya merespons apa yang disebutnya sebagai “serangan musuh” untuk mengamankan wilayah udara negaranya.
Baca juga: Mantan Jenderal Iran Mengatakan Teheran Bisa Membunuh Trump di dalam Gedung Putih
Peristiwa ini terjadi setelah militer Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran dan infrastruktur militer di berbagai wilayah Iran, antara lain Provinsi Bushehr, Khuzestan, Hormozgan, serta jalur kereta api yang menghubungkan Teheran dengan Mashhad.
Sebagai tanggapan, Teheran mengumumkan telah meluncurkan serangan rudal dan drone yang menargetkan fasilitas militer Amerika Serikat di Bahrain, Kuwait dan Qatar. Iran juga menuduh Washington melanggar nota kesepahaman yang dicapai melalui mediasi Pakistan pada 17 Juni.
Kementerian Luar Negeri Iran juga mengeluarkan peringatan keras kepada negara-negara tetangganya agar tidak membiarkan wilayah atau fasilitas mereka dijadikan basis serangan terhadap Iran.
Menurut Teheran, hukum internasional mewajibkan setiap negara untuk mencegah wilayahnya digunakan untuk aksi militer terhadap negara lain. Iran bahkan menekankan bahwa setiap “titik asal dan peluncuran” serangan akan ditargetkan oleh angkatan bersenjata Iran.
Sementara itu, militer Amerika Serikat menyatakan operasi terbaru mereka bertujuan melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam jalur pelayaran komersial di Selat Hormuz.
Namun Kementerian Luar Negeri Iran mengutuk keras serangan yang terjadi selama 22 jam terakhir. Teheran menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan menuduh Washington melakukan “kejahatan perang” dengan menyerang infrastruktur sipil, termasuk jaringan transportasi, kapal penangkap ikan, kapal kargo, dan fasilitas meteorologi.
Iran juga menilai langkah Amerika Serikat yang ikut campur dalam pengaturan keamanan di Selat Hormuz justru memperburuk situasi keamanan di jalur pelayaran strategis tersebut dan mengganggu aktivitas perdagangan internasional.

















