RakyatPos.id – Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Arab Saudi yang merupakan sekutu utama Amerika Serikat di kawasan itu melancarkan serangan udara ke kawasan Hodeidah, Yaman.
Serangan tersebut memicu reaksi keras dari pemerintah di Sanaa. Pihak berwenang Yaman memperingatkan bahwa operasi militer tersebut telah melewati “garis merah” dan akan menghadapi reaksi balasan.
Mengutip laporan Al Mayadeen, pada Sabtu (25/7), informasi tersebut juga disampaikan melalui kantor berita resmi Yaman, SABA, yang memberitakan perkembangan situasi di lapangan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Komando Pasukan Gabungan koalisi pimpinan Arab Saudi mengklaim serangan udara tersebut merupakan respons militer yang ditujukan terhadap sasaran yang mereka anggap sebagai fasilitas militer yang sah.
Baca juga: VIDEO Ikuti Jejak AS, Arab Saudi Kini Harus Menahan Kemarahan Yaman
Koalisi juga menyatakan operasi tersebut dilakukan untuk melindungi jalur pelayaran komersial di Laut Merah dan menjaga keamanan aset milik Kerajaan Arab Saudi di wilayah tersebut.
Namun kantor berita SABA menyampaikan versi berbeda. Media memberitakan, serangan udara juga melanda kawasan pelabuhan, jaringan telekomunikasi, dan kawasan pemukiman di Pulau Kamaran.
Akibat penyerangan tersebut, sejumlah fasilitas umum dilaporkan rusak, dan seorang warga sipil perempuan dikabarkan terluka.
Situasi di udara pun dilaporkan memanas. Menurut pihak Yaman, sistem pertahanan udara mereka berhasil menangkis serangan tersebut dan memaksa sejumlah jet tempur Saudi meninggalkan wilayah udara Yaman.
Pasca kejadian tersebut, Kementerian Luar Negeri Yaman menyatakan bahwa pengeboman di Hodeidah telah membuka babak baru konflik yang mereka sebut sebagai fase “eskalasi demi eskalasi”.
Baca juga: VIDEO Pemimpin Tertinggi Militer Iran Janjikan Hidup Seumur Hidup, Targetkan Tentara AS
Pemerintah di Sanaa menekankan bahwa Arab Saudi harus bertanggung jawab atas semua dampak yang ditimbulkan dari operasi militer tersebut, termasuk kerusakan infrastruktur dan korban sipil yang dilaporkan.
Yaman juga menilai langkah Riyadh justru memperburuk situasi keamanan regional di tengah meningkatnya ketegangan dan belum adanya penyelesaian atas berbagai permasalahan yang mendasari konflik tersebut.
Dalam pernyataannya, militer Yaman menyebut serangan udara tersebut sebagai tindakan yang akan menimbulkan konsekuensi serius jika terus berlanjut.
Sanaa memperingatkan bahwa tindakan militer selanjutnya berpotensi memicu respons yang lebih luas dan mengubah dinamika konfrontasi di kawasan Timur Tengah.
Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Arab Saudi terkait ancaman balasan yang dilancarkan Yaman. Sementara itu, klaim mengenai serangan pertahanan udara, kerusakan dan keberhasilannya masih menunggu verifikasi dari sumber independen.
















