Jayapura, RakyatPos.id – Apakah penduduk asli Fiji harus mengidentifikasi diri sebagai Kai Viti atau iTaukei telah muncul sebagai isu utama dalam tinjauan konstitusional Fiji, dengan dua tokoh terkemuka yang menawarkan pandangan berbeda sambil mendukung “Fiji” sebagai identitas bersama bagi semua warga negara.
Presiden Ratu Naiqama Lalabalavu mengusulkan agar istilah “Fiji” tetap merujuk pada setiap warga negara Fiji, sedangkan penduduk asli Fiji mengadopsi “Kai Viti” sebagai identitas etnis mereka seperti dikutip RakyatPos.id dari laman www.fijitimes.com.fj, Minggu (12/7/2026).
Berbicara pada perayaan ulang tahun ke-100 Meridian Store di Wairiki, Taveuni, kemarin, Ratu Naiqama mengatakan setiap warga negara, baik lahir maupun naturalisasi, patut bangga dikenal sebagai orang Fiji.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Bagi saya, setiap orang yang memperoleh kewarganegaraan Fiji adalah warga negara Fiji. Identitas itu milik setiap warga negara kita,” ujarnya.
Dia mengatakan bahwa mengadopsi identitas “Kai Viti” jelas akan membedakan penduduk asli Fiji sekaligus memperkuat persatuan nasional.
“Saya sangat menyarankan agar kita menggunakan identitas Kai Viti,” ujarnya.
Namun, sosiolog politik dan pakar konstitusi, Profesor Steven Ratuva, percaya bahwa identitas etnis yang benar tetaplah iTaukei, dengan alasan bahwa istilah tersebut memiliki hubungan sejarah dan budaya yang lebih kuat dengan masyarakat adat.
Ia juga mengatakan bahwa dalam percakapan, penduduk asli Fiji biasanya menyebut diri mereka sebagai “keda na iTaukei…”
Dalam keterangannya kepada Komisi Peninjau Konstitusi, Prof. Ratuva mengatakan bahwa “Fiji” adalah istilah asal Eropa yang dikembangkan dari interpretasi kolonial terhadap “Viti”, sedangkan “iTaukei” mencerminkan hubungan masyarakat adat dengan tanah, budaya, dan sejarahnya.
“Jadi, kalau kita benar-benar ingin terhubung dengan tanah kita, dengan budaya kita, dengan sejarah kita, maka iTaukei adalah istilah yang harus kita gunakan,” ujarnya.
Perbedaan pandangan ini telah menambah dimensi baru yang signifikan pada tinjauan konstitusi, menempatkan pertanyaan tentang identitas, sejarah, dan kebangsaan sebagai pusat perbincangan nasional.
Postingan Fiji untuk seluruh warga negara di Fiji pertama kali muncul di RakyatPos.id Papua.
















