RakyatPos.id – Pasukan militer Iran menyatakan telah menghancurkan setidaknya dua jet tempur Amerika Serikat (AS) dalam serangan rudal dan drone terbaru di pangkalan udara di Yordania pada Sabtu (18/7/2026) pagi. Sebuah dermaga dekat pangkalan udara juga diserang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Angkatan udara IRGC, sebagai respons atas kejahatan musuh-musuh Amerika tadi malam, melancarkan Operasi Nasr 2 gelombang ke-20 dan melancarkan serangan dengan rudal dan drone terhadap hanggar jet tempur dan area parkir Pangkalan Udara Al Azraq di Yordania. Setidaknya dua jet tempur dan tiga pesawat AS lainnya hancur,” kata Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran dalam pernyataan yang dilansir IRIB.
Selain itu, IRGC menyatakan juga telah menyerang dermaga pendukung pengisian bahan bakar di pelabuhan Kuwait yang digunakan Angkatan Laut AS.
“Pada gelombang ke-19 Operasi Nasr 2, drone dan rudal menghantam dermaga pendukung bahan bakar Angkatan Laut AS di Pelabuhan Al Ahmadi,” kata IRGC.
Serangan itu juga menargetkan titik penempatan pesawat tempur di Pangkalan Udara Sheikh Isa di Bahrain, dan IRGC menyebut serangan itu sebagai pembalasan atas agresi semalam.
Sejak 8 Juli, pasukan AS telah melancarkan serangkaian serangan terhadap Iran, dengan Komando Pusat AS (CENTCOM) mengklaim operasi tersebut sebagai respons atas tindakan Iran terhadap kapal dagang yang melewati Selat Hormuz. Pasukan Iran juga melakukan serangan balasan terhadap pangkalan militer AS di sejumlah negara di Timur Tengah. Kemudian, pada 9 Juli, Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa perjanjian gencatan senjata dengan Iran tidak berlaku lagi.
Sebelumnya, Komando Pusat militer Amerika Serikat (AS) (CENTCOM) pada Jumat mengatakan pasukan Amerika telah mengakhiri serangan tujuh malam berturut-turut terhadap Iran. “Pasukan AS mengakhiri serangan tujuh malam berturut-turut terhadap Iran pada 17 Juli pukul 21:30 ET (18 Juli, 01:00 WIB),” kata CENTCOM dalam sebuah postingan di platform media sosial AS, X.
Komando tersebut mengatakan bahwa pasukan AS menargetkan lokasi pengawasan, infrastruktur logistik militer, penyimpanan senjata bawah tanah, dan kemampuan maritim selama serangan terbaru. CENTCOM menambahkan bahwa pasukan Amerika menggunakan pesawat tempur, drone udara, kapal perang dan aset lainnya dalam operasi tersebut.
Militer AS menyatakan bahwa mereka terus meminta pertanggungjawaban Iran di bawah arahan Presiden Donald Trump, sambil memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
“Lebih dari 50.000 personel militer Amerika beroperasi di seluruh Timur Tengah dan tetap waspada, mematikan, dan siap,” kata CENTCOM.
Serangan terbaru terjadi setelah AS mengumumkan pada Selasa (14/7/2026) bahwa mereka telah melanjutkan blokade laut terhadap kapal-kapal yang transit ke atau dari pelabuhan dan wilayah pesisir Iran. Ketegangan antara AS dan Iran meningkat dalam beberapa pekan terakhir terkait Selat Hormuz, dan kedua belah pihak saling melancarkan serangan meskipun ada nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan yang bertujuan untuk mengakhiri perang dan mencapai kesepakatan perdamaian abadi.
















