RakyatPos.id – Presiden Prabowo Subianto menyoroti kualitas dan porsi pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilainya terlalu kecil.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia bahkan sempat bercanda tentang cara membagi ayam dan mengingatkan masyarakat agar porsi makanan yang diterima tidak boleh terlalu sedikit.
Prabowo menjelaskan, porsi menu makanan masyarakat Indonesia saat ini berbeda dengan negara maju. Ia mencontohkan seekor ayam di Indonesia yang bisa dibagikan ke banyak orang.
“Satu ekor ayam biasanya bisa dipotong menjadi delapan. Di negara kaya seperti Amerika, satu orang bisa dipotong menjadi empat. Satu orang makan seperempatnya,” kata Prabowo di Lombok Barat, Jumat (10/7).
“Kalau kita yang satu ayam dipotong delapan atau sepuluh. Yang paling kecil dua belas. Jangan dipotong delapan belas atau dua puluh dua,” sambungnya disambut gelak tawa penonton.
Beliau kembali mengingatkan kita untuk memperhatikan porsi makan dalam program MBG.
“Ayam dipotong sepuluh, ayam dipotong dua puluh, sepertinya makan ayamnya sedikit,” ujarnya.
Prabowo juga berpesan kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang terkait penyajian telur pada menu MBG.
“Setelah itu Bu Nanik, kalau dengar pidato ini MBG, jangan buat dadar. Telur rebus atau telur goreng,” ujarnya.
Menurutnya, telur dadar berpotensi dicampur dengan berbagai bahan sehingga porsi protein yang diterima penerima manfaat lebih kecil.
“Kalau telur dadar biasanya dicampur macam-macam, satu ayam (telur) bisa dimakan empat orang. Apalagi diorak-arik. Nanti ada orak-ariknya sedikit lagi,” tuturnya yang kembali disambut gelak tawa penonton.
Lebih lanjut, Prabowo menegaskan program MBG memiliki nilai strategis karena menyasar generasi penerus bangsa.
Ia menilai asupan gizi yang baik akan menentukan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.
“Jadi buat kita saudara-saudara, MBG itu strategis sekali. Pangan untuk generasi penerus. Sel otak harus berkembang dengan baik. Sel tulang harus bagus, otot harus bagus. Dia bisa jadi ilmuwan, dokter. Kalau makannya tidak baik, maka tidak maksimal,” tegasnya.
Di sisi lain, Prabowo mengklaim Indonesia merupakan satu-satunya negara yang memberikan perhatian terhadap pemenuhan gizi ibu hamil melalui program MBG.
“Kita mungkin satu-satunya negara yang memberi makan ibu hamil,” kata Prabowo
Terkait masih adanya daerah yang belum menerima manfaat MBG, Prabowo meminta masyarakat bersabar.
Diakuinya, cakupan program tersebut belum sepenuhnya menjangkau seluruh wilayah Indonesia karena luasnya wilayah negara.
“Oh, ada yang belum datang? Ya mohon bersabar. Karena itu perjuangan kita,” ujarnya.
“Saya berharap akhir tahun. Negara kita sudah besar sekali. Pasti ada desa-desa yang belum menerima. Saya paham itu,” imbuh Prabowo.
















