Ringkasan Berita:
- Presiden RI, Prabowo Subianto, secara virtual melalui video conference meresmikan Bendungan Krueng Keureuto di Paya Bakong, Aceh Utara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Seluruh rangkaian peresmian dipusatkan di NTB dan diikuti secara online dari masing-masing lokasi bendungan.
- Di Bendungan Krueng Keureuto, acara peresmian dihadiri langsung oleh Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil atau Ayah Wa bersama unsur Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I,
Laporan Jurnalis Serambi Indonesia, Jafaruddin I Aceh Utara
RakyatPos.id, LHOKSUKON – Bendungan Krueng Keureuto di Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara yang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) diresmikan pada Jumat (10/7/2026) oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, secara virtual melalui video conference.
Pengerjaan bendungan dimulai setelah groundbreaking (peletakan batu pertama) dilakukan oleh Presiden RI, Joko Widodo pada 9 Maret 2015 dengan sumber pendanaan APBN mencapai lebih dari Rp 2,6 triliun (Rp 1,7 triliun tahun 2015-2019 dan Rp 900 miliar lebih tahun 2020-2024).
Artinya, dibutuhkan waktu 11 tahun untuk bisa mengoperasikan bendungan tersebut.
Baca juga: Tumpukan Kayu Bekas Banjir Ancam Bendungan Keureuto, TA Khalid Fasilitasi Kesepakatan Bersih-Bersih
Selain Bendungan Krueng Keureuto, Presiden Prabowo juga meresmikan empat bendungan lainnya yakni Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie, Aceh, Bendungan Sidan di Bali, Bendungan Jlantah di Jawa Tengah, dan Bendungan Meninting di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Seluruh rangkaian peresmian dipusatkan di NTB dan diikuti secara online dari masing-masing lokasi bendungan.
Di Bendungan Krueng Keureuto, acara peresmian dihadiri Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil atau Ayah Wa bersama unsur Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I, perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), mahasiswa dan masyarakat setempat.
Baca juga: Beredar Video Bendungan Keureuto di Aceh Utara Longsor, Kasatker: Tidak Berbahaya
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan keberadaan lima bendungan tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat swasembada pangan nasional.
“Dengan benih unggul dan teknologi pertanian yang baik, kelima bendungan ini diharapkan mampu mendukung produksi beras sekitar satu juta ton.
Mohon jaga dan pelihara bendungan yang telah dibangun ini. “Mudah-mudahan ke depan Indonesia menjadi keranjang pangan dunia,” kata Presiden.
Presiden mengatakan, pembangunan kelima bendungan tersebut akan menelan biaya sekitar Rp9,79 triliun dan merupakan investasi jangka panjang pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian dan ketahanan air nasional.
Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan, seluruh bendungan yang diresmikan telah selesai dibangun dan mulai memberikan manfaat kepada masyarakat.
“Pembangunan kelima bendungan ini telah selesai. Kami berharap semuanya dapat berfungsi maksimal dalam mendukung swasembada pangan, menyediakan air bersih bagi masyarakat, dan meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya.
Bendungan Krueng Keureuto merupakan bendungan terbesar kedua di Pulau Sumatera setelah Bendungan Batu Tegi di Provinsi Lampung.

















