Ringkasan Berita:
- BMKG mencatat puluhan titik panas terpantau di Aceh berdasarkan pantauan Sensor MODIS (Satelit PLTN Terra, Aqua dan Suomi) dan NOAA20/VIIRS sejak Minggu (19/7/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Titik panas tersebut tersebar di sejumlah kabupaten/kota, antara lain Aceh Barat, Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Bireuen, Gayo Lues, Kota Lhokseumawe, Kota Subulussalam, Nagan Raya, dan Pidie.
- Total ada 93 titik panas di Provinsi Aceh.
Laporan Jurnalis Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh
RakyatPos.id, BANDA ACEH – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) Banda Aceh mencatat, puluhan titik panas telah terpantau di Aceh berdasarkan pemantauan Sensor MODIS (Satelit PLTN Terra, Aqua dan Suomi) dan NOAA20/VIIRS sejak Minggu (19/7/2026).
Prakiraan BMKG Nabila mengatakan titik panas tersebar di sejumlah kabupaten/kota, antara lain Aceh Barat, Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Bireuen, Gayo Lues, Kota Lhokseumawe, Kota Subulussalam, Nagan Raya, dan Pidie.
“Ada 93 titik panas di Provinsi Aceh,” kata Nabila saat dihubungi, Senin (20/7/2026).
Sebaliknya, cuaca di Banda Aceh dan Sabang pada Selasa (21/7/2026) diperkirakan didominasi kondisi berawan pada pagi hingga sore hari. Suhu udara di Banda Aceh berkisar 26-32 derajat Celcius dengan kecepatan angin 10 kilometer per jam, sedangkan Sabang 27-31 derajat Celcius dengan kecepatan angin 17 kilometer per jam. Kondisi serupa juga diperkirakan terjadi di Jantho.
Baca juga: Densus 88 Edukasi Siswa SMK di Banda Aceh Bijak Menggunakan Media Sosial
Sementara itu, BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca pada periode 21 hingga 22 Juli 2026. Pada Selasa (21/7/2026), wilayah Aceh Jaya, Aceh Timur, dan Gayo Lues berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang. Sedangkan pada Rabu (22/7/2026), potensi tersebut meluas hingga Aceh Besar, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Aceh Utara, Bener Meriah dan Bireuen.
Kondisi ini dipengaruhi oleh aktifnya Gelombang Kelvin serta adanya daerah tikungan dan konvergensi angin yang mendukung aktivitas konvektif di wilayah Aceh. Suhu permukaan laut yang hangat di perairan Sumatera Barat dan Selatan juga meningkatkan proses penguapan sehingga meningkatkan kandungan uap air di atmosfer dan berpotensi membentuk awan hujan.
BMKG mengimbau masyarakat mewaspadai hujan sedang hingga lebat yang dapat terjadi secara tiba-tiba, terutama pada sore hingga malam hari akibat panas yang menyengat pada siang hari.
“Selalu berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, terutama saat berkendara dalam kondisi cuaca buruk yang dapat disertai angin kencang, banjir, dan tanah longsor,” tutupnya.

















