Ringkasan Berita:
- Pencairan dana jadup membuat bengkel sepeda motor di Aceh Tamiang dipenuhi korban banjir yang sedang memperbaiki kendaraannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Lonjakan pelanggan tersebut membuat omset bengkel menjadi sekitar Rp 1 juta per hari, bahkan mekanik harus menambah pekerja dan jam operasional.
- Bantuan tersebut dimanfaatkan warga untuk memperbaiki sepeda motor agar bisa kembali bekerja di sawah dan kebun, sehingga perekonomian mulai pulih.
Laporan Jurnalis Serambi Indonesia Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang
RakyatPos.id, KUALASIMPANG – Pencairan bantuan jaminan hidup (Jadup) bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang mulai menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
Salah satu sektor yang merasakan dampak positifnya adalah bengkel sepeda motor yang kini dipenuhi pelanggan sejak warga menerima bantuan tersebut.
Di sejumlah bengkel, khususnya di Desa Sungailiput, Kecamatan Juruanmuda, antrian kendaraan terlihat mengular setiap harinya.
Puluhan sepeda motor yang sebelumnya rusak akibat terendam banjir kini dibawa pemiliknya untuk diperbaiki agar bisa digunakan kembali untuk beraktivitas, khususnya ke kebun dan sawah.
Wahyu Wardani, mekanik di kawasan itu, mengaku jumlah pelanggan meningkat drastis dibandingkan hari biasa.
Menurut dia, sebagian besar warga langsung menggunakan dana Jadup untuk memperbaiki kendaraan yang tidak dapat digunakan pascabanjir.
“Sejak bantuan jadup mulai dicairkan, hampir setiap hari bengkel dipenuhi pelanggan. Banyak sepeda motor yang sebelumnya rusak akibat terendam banjir kini dibawa untuk diperbaiki,” kata Wahyu, Senin (13/7/2026).
Baca juga: Ratusan Sepeda Motor Warga Bireuen Terendam Banjir, Antrian Bongkar Mesin di Bengkel
Dijelaskannya, jenis kerusakan yang ditangani cukup beragam.
Ada kendaraan yang hanya memerlukan servis ringan seperti mengganti oli, membersihkan karburator, dan mengganti filter udara.
Namun tidak sedikit sepeda motor yang mengalami kerusakan parah sehingga memerlukan pembongkaran mesin secara menyeluruh.
Menurut Wahyu, sepeda motor matic menjadi kendaraan yang paling sering masuk bengkel karena dinilai lebih rentan mengalami masalah setelah terendam air.
Bertambahnya pelanggan membuat bengkel harus menambah tenaga mekanik agar proses perbaikan tidak memakan waktu terlalu lama.
Selain itu, jam operasional juga diperpanjang hingga larut malam untuk mengakomodasi banyaknya kendaraan yang perlu diservis.

















