Jayapura, RakyatPos.id – Indonesia dan Australia resmi meluncurkan Katalis 2.0, Selasa (14/7/2026). Ini adalah program baru berdasarkan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA) untuk memperkuat perdagangan dan investasi dua arah serta membantu membuka potensi ekonomi kedua negara.
Asisten Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Australia, Hon. Matt Thistlethwaite MP, bersama Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia Dyah Roro Esti Widya Putri, meluncurkan inisiatif tersebut didampingi oleh perwakilan pemerintah dan pemimpin bisnis Australia dan Indonesia.
“Indonesia merupakan salah satu mitra ekonomi terdekat Australia. Bersama-sama, kita menciptakan lebih banyak peluang bagi dunia usaha, memperkuat ketahanan ekonomi, dan mewujudkan kesejahteraan bersama bagi kedua negara,” kata Asisten Menteri Thistlethwaite dalam keterangan pers yang diterima RakyatPos.id dari [email protected].
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Katalis 2.0 didanai oleh Pemerintah Australia dan dilaksanakan melalui kemitraan dengan Pemerintah Indonesia untuk mendukung implementasi IA-CEPA melalui kolaborasi praktis antara pemerintah, pelaku industri, dan berbagai lembaga ekonomi.
Indonesia berkomitmen untuk memperluas peluang perdagangan dan investasi yang memperkuat daya saing industri nasional dan menciptakan peluang yang lebih besar bagi pelaku usaha Indonesia di pasar internasional.
“Kemitraan kami dengan Australia terus mendukung prioritas nasional tersebut,” kata Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Dyah Roro Esti Widya Putri.
Ia mengatakan, berdasarkan keberhasilan Katalis tahap pertama (2021–2025), program ini akan memperluas peluang perdagangan dan investasi, memperkuat lembaga-lembaga penting, dan mendorong partisipasi yang lebih luas dalam pertumbuhan ekonomi, termasuk bagi perempuan dan kelompok yang kurang terwakili.
Kemitraan internasional yang kuat dinilai berperan penting dalam mendukung agenda pembangunan jangka panjang Indonesia.
“Kolaborasi yang memperkuat institusi, mendorong inovasi dan memobilisasi investasi akan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan, inklusif dan berketahanan,” kata Dr Eka Chandra Buana, Deputi Pembangunan Makro, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
















