Australia dan Indonesia Meluncurkan Catalyst 2.0 untuk Kemakmuran dan Ketahanan Bersama

- Jurnalis

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jayapura, RakyatPos.id – Indonesia dan Australia resmi meluncurkan Katalis 2.0, Selasa (14/7/2026). Ini adalah program baru berdasarkan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA) untuk memperkuat perdagangan dan investasi dua arah serta membantu membuka potensi ekonomi kedua negara.

Asisten Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Australia, Hon. Matt Thistlethwaite MP, bersama Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia Dyah Roro Esti Widya Putri, meluncurkan inisiatif tersebut didampingi oleh perwakilan pemerintah dan pemimpin bisnis Australia dan Indonesia.

“Indonesia merupakan salah satu mitra ekonomi terdekat Australia. Bersama-sama, kita menciptakan lebih banyak peluang bagi dunia usaha, memperkuat ketahanan ekonomi, dan mewujudkan kesejahteraan bersama bagi kedua negara,” kata Asisten Menteri Thistlethwaite dalam keterangan pers yang diterima RakyatPos.id dari [email protected].au, Selasa (14/7/2026).

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Katalis 2.0 didanai oleh Pemerintah Australia dan dilaksanakan melalui kemitraan dengan Pemerintah Indonesia untuk mendukung implementasi IA-CEPA melalui kolaborasi praktis antara pemerintah, pelaku industri, dan berbagai lembaga ekonomi.

Indonesia berkomitmen untuk memperluas peluang perdagangan dan investasi yang memperkuat daya saing industri nasional dan menciptakan peluang yang lebih besar bagi pelaku usaha Indonesia di pasar internasional.

“Kemitraan kami dengan Australia terus mendukung prioritas nasional tersebut,” kata Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Dyah Roro Esti Widya Putri.

Ia mengatakan, berdasarkan keberhasilan Katalis tahap pertama (2021–2025), program ini akan memperluas peluang perdagangan dan investasi, memperkuat lembaga-lembaga penting, dan mendorong partisipasi yang lebih luas dalam pertumbuhan ekonomi, termasuk bagi perempuan dan kelompok yang kurang terwakili.

Kemitraan internasional yang kuat dinilai berperan penting dalam mendukung agenda pembangunan jangka panjang Indonesia.

“Kolaborasi yang memperkuat institusi, mendorong inovasi dan memobilisasi investasi akan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan, inklusif dan berketahanan,” kata Dr Eka Chandra Buana, Deputi Pembangunan Makro, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Laptop untuk Mahasiswa yang Stylish dan Ringan? Coba ASUS Vivobook S14 OLED
Ballroom Trump Semakin Maju. Legalitasnya Masih Dipertanyakan.
Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan
Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961
Shane McClanahan dari Rays: Keluar karena kemungkinan cedera punggung
Heboh Mall Besar di Jakarta dan Surabaya Ramai Pasang Pagar Tinggi, Ada Apa?
Berita Pasar Saham dan Alat Penelitian
Tunjangan Kinerja TNI Meningkat, Berikut Rinciannya dari Prajurit hingga Jenderal Bintang 4

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:13 WIB

Laptop untuk Mahasiswa yang Stylish dan Ringan? Coba ASUS Vivobook S14 OLED

Jumat, 31 Juli 2026 - 01:14 WIB

Ballroom Trump Semakin Maju. Legalitasnya Masih Dipertanyakan.

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:59 WIB

Kasus Penganiayaan Anak di Aceh Timur, Haji Uma Minta Jaksa Hati-Hati Menyusun Dakwaan

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:46 WIB

Antara Undang-undang tahun 1969 dan Pemilihan Anggota Dewan New Guinea tahun 1961

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:35 WIB

Shane McClanahan dari Rays: Keluar karena kemungkinan cedera punggung

Berita Terbaru