JAKARTA, Indonesia (AP) — Indonesian President Prabowo Subianto menerima koleksi artefak budaya dari wilayah Papua yang telah dibawa secara ilegal ke Amerika Serikat, kata para pejabat pada hari Kamis.
Penyerahan tersebut terjadi pada Rabu malam saat pertemuan dengan Direktur FBI Kash Patel di kediaman Prabowo di ibu kota Indonesia, Jakarta. Patel tiba di Jakarta tak lama setelah itu pembicaraan dengan Perdana Menteri Kamboja Hun Manet tentang upaya bersama untuk memerangi internasional operasi penipuan online yang menipu korbannya hingga miliaran dolar setiap tahunnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pertukaran ini menggarisbawahi tumbuhnya kerja sama antara kedua negara Indonesia dan AS dalam memulihkan warisan budaya yang dicuri dan mengembalikan barang-barang tersebut ke negara asalnya, kata Menteri Kebudayaan Indonesia Fadli Zon.
Artefak asal Papua tersebut merupakan bagian dari warisan budaya suku Dani dan Asmat serta masyarakat Danau Sentani. Mereka dipulangkan melalui kerja sama Kementerian Kebudayaan Indonesia dan FBI setelah penelitian asal membuktikan bahwa benda-benda tersebut telah diselundupkan ke luar Indonesia, kata Zon.
“Benda-benda ini sangat berharga karena proses repatriasi ini merupakan bagian dari upaya kita mengembalikan kedaulatan budaya kita,” kata Zon seraya menambahkan bahwa artefak tersebut akan dipajang di Museum Nasional Indonesia.
Gambar dari Sekretariat Presiden menunjukkan beberapa kepala kapak batu yang dipoles dan benda-benda upacara yang secara tradisional dikaitkan dengan masyarakat Papua.
Kapak batu tradisional Papua lebih dari sekadar alat yang berguna. Di kalangan masyarakat dataran tinggi seperti suku Dani, mereka secara historis berfungsi sebagai simbol kekayaan dan status, dipertukarkan dalam perkawinan dan transaksi seremonial, dan sering kali diwariskan sebagai pusaka leluhur yang berharga, kata Kementerian Kebudayaan.
Pengembalian tersebut merupakan yang terbaru dari serangkaian upaya otoritas AS untuk memulihkan dan memulangkan kekayaan budaya Asia Tenggara yang diperdagangkan melalui jaringan barang antik internasional, kata Kedutaan Besar AS di Jakarta dalam sebuah pernyataan.
Awal bulan ini, Jaksa AS untuk Distrik Selatan New York Jay Clayton mengumumkan pengembalian dua patung Buddha perunggu yang menggambarkan Avalokiteshvara dari abad kedelapan, kata kedutaan.
Dalam upacara repatriasi di Konsulat Indonesia pada 10 Juli, Clayton mengatakan pihak berwenang AS akan terus bekerja sama dengan Investigasi Keamanan Dalam Negeri untuk memerangi perdagangan gelap kekayaan budaya dan mengembalikan karya seni yang dicuri ke negara asalnya.
Patung-patung tersebut dicuri dari situs arkeologi Indonesia dan dijual kepada seorang kolektor Amerika oleh mendiang pedagang barang antik Douglas Latchford. Patung-patung itu termasuk di antara 34 patung Barang antik Asia Tenggara secara sukarela dilepaskan oleh kolektor pada tahun 2021 setelah penyelidik memutuskan bahwa barang-barang tersebut telah dijarah.
Patung-patung Indonesia telah disingkirkan beberapa dekade yang lalu oleh para penjarah terorganisir sebelum memasuki pasar seni internasional Latchfordseorang pedagang yang berbasis di Bangkok yang didakwa oleh otoritas AS pada tahun 2019 karena diduga mengatur skema perdagangan skala besar yang melibatkan barang antik dijarah dari Kamboja dan negara-negara Asia Tenggara lainnya. Kasus tersebut kemudian dihentikan setelah kematiannya, kata kedutaan AS.
FBI sebelumnya telah membantu Indonesia dalam memulihkan benda-benda budaya yang dicuri, termasuk patung perunggu dan artefak dari situs sejarah dan arkeologi, menurut Zon, yang menyatakan harapan bahwa kerja sama dalam repatriasi dan restitusi budaya akan terus berlanjut.
Indonesia telah mengintensifkan upaya dalam beberapa tahun terakhir untuk melacak kekayaan budaya yang tersebar di luar negeri melalui pengumpulan, pencurian, dan perdagangan gelap pada masa kolonial, termasuk dari Belandayang menjajah Indonesia selama berabad-abad.
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Newsroom.id tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency
















