RakyatPos.id – Kader Partai Demokrat, Andi Arief, menudingnya melakukan operasi politik untuk menyudutkan Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo. Diutarakannya menyikapi berbagai polemik yang menyeret Dody.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat ini belakangan diterpa isu, mulai dari menyertakan anak dan istrinya dalam kunjungan ke Amerika Serikat, diduga keponakan Aisyah Zakkiyah yang diangkat menjadi Komisaris PT PP, hingga tudingan mutasi akibat bocornya dokumen kunjungan kerja.
Akhirnya sejumlah pengkritik Dody di media sosial buka suara. Setelah diancam oleh nomor tak dikenal untuk menghapus postingan penting.
Namun menurut Andi Arief, pelaku pengancaman tersebut berasal dari pihak lain. Dia tidak menyebutkan nama.
Namun menurutnya, partai tersebut sedang melakukan operasi politik.
“Yang pasti pelakunya berencana memanfaatkan 'operasi politik' untuk menyudutkan Menteri PU,” kata Andi Arief dikutip dari unggahannya di X, Sabu (18/7/2026).
Terkait mutasi pegawai, Andi Arief mengatakan keputusan itu diambil untuk mendisiplinkan pegawai.
“Ada risiko bagi Menteri yang tidak memperkaya diri dan mau mendisiplinkan dan mendisiplinkan pegawainya,” imbuhnya.
Ia pun mengaku pihaknya sudah meminta Dody mengungkap ke publik alasannya melakukan mutasi.
“Kami meminta Menteri PU mengungkap kepada publik alasan pemindahan mereka,” jelas Andi Arief.
Ancaman bagi Kritikus Dody
Sejumlah pihak mengaku diancam dan dimarahi usai melontarkan kritik terhadap Dody Hanggodo. Salah satunya dialami pegiat media sosial Ferry Koto.
“Ada yang mau mengancam saya, karena tweet tentang Dody Menteri Pekerjaan Umum,” tulis Ferry dikutip dari unggahannya di X, Sabtu (18/7/2026).
Ancaman yang disampaikan Ferry serupa dengan yang dialami Nabiyla. Ada nomor tak dikenal yang mengiriminya pesan yang memintanya menghapus unggahannya terkait kritik terhadap Dody.
Selain itu, informasi pribadi Ferry juga terungkap. Mulai dari nama lengkap, pekerjaan, hingga lokasi terakhir ponselnya.
“Ini jelas pelanggaran data pribadi, termasuk mengetahui data KK. Bahkan lokasi perangkat saya saat ini,” kata Ferry.
Setelah dia memeriksa nomor tak dikenal yang meneleponnya, itu mengarah ke sebuah situs berita. Ia pun meminta polisi mengusutnya.
“Saya cek nomor WA yang terhubung dengan website ini. Mohon diperhatikan @CCICPolri, data warga diretas seperti ini,” kata Ferry.
Ancaman Bagi Dosen UGM
Kronologi pengancaman terhadap Dosen UGM Nabiyla bermula saat ia mengomentari postingan di X yang menginformasikan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) di bawah Kementerian Pekerjaan Umum telah dimutasi. Setelah 27 tahun 3 bulan pantang.
Nabiyla menanggapinya dengan mengusulkan agar pejabat yang melakukan pemindahan itu dibawa ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Ia pun menyebut pejabat tersebut tidak adil, meski tidak menyebut nama secara eksplisit.
Hanya saja petugas PTUN yang berbuat seperti ini. Sungguh menjengkelkan, tulis Nabiyla melalui akun X pribadinya @nabiylarisfa, dikutip Jumat (17/7/2026).
Usai dikritik, Nabiyla mendapat pesan WhatsApp dari nomor tak dikenal. Mempertanyakan cuitan Nabila dan meminta segera dihapus.
Mohon kerjasamanya untuk menghapus postingan Sodari Nabiyla Risfa Izzati di platform X, tulis nomor tak dikenal itu sambil melampirkan link di tweetnya.
Tweet Nabiyla dinilai menimbulkan keributan. Jika tidak dihapus, ia terancam dilaporkan ke pihak berwajib.
“…karena postingan ini membuat heboh, sebelumnya kami ajukan laporan ke pihak berwajib karena melanggar beberapa pasal,” tulisnya.
Bahkan, kata Nabiyla, pesan-pesan nomor tak dikenal tersebut tidak berhenti pada ancaman saja.
Ia mengatakan, data pribadinya juga terungkap. Mulai dari alamat, NIK, data keluarga, hingga lokasi terakhir perangkat.
“Tadi siang saya mendapat ancaman untuk menghapus tweet tentang Menteri Pekerjaan Umum (terlampir), dengan mengungkap data pribadi berisi alamat, NIK, TTL, data keluarga dan lokasi terakhir perangkat saya,” tulis Nabila.
Pada postingan lainnya, Nabiyla melampirkan surat somasinya terhadap pengancam.
Surat panggilan yang dilayangkan Nabiyla tertuang dalam surat bernomor 022/IBLM/LIT/RDP/VII/2026 dengan tajuk IBLM Law Group. Tanggal 17 Juli 2026.
“Saya sudah melayangkan surat somasi kepada nomor pengancam, somasi tersebut juga saya lampirkan secara terbuka melalui cuitan ini, agar dapat diperiksa oleh pihak-pihak terkait,” tulis Nabiyla.
Menteri Pekerjaan Umum sebelumnya melakukan transfer besar-besaran di instansi yang dipimpinnya. Kebijakan ini terkait dengan dokumen surat resmi yang bocor sebelumnya.
Surat resmi yang dimaksud meliputi anak dan istri Menteri Pekerjaan Umum yang akan berangkat ke Amerika Serikat dalam rangka kunjungan kerja.
Meski begitu, Dody membantah tudingan mutasi tersebut terkait bocoran surat resmi.
Tidak ada, kata Dody kepada wartawan di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Menurutnya, mutasi merupakan hal yang wajar. Apalagi jumlah karyawannya puluhan ribu.
“Mutasi itu biasa saja. Saya punya 38.600 pegawai, jadi tidak bisa mutasi,” jelasnya.



















