Limapuluh Kota, tniad.mil.id – Pembangunan jembatan gantung di Jorong Tanah Tingkah, Nagari Sungai Rimbang, Kecamatan Suliki, Kabupaten Limapuluh Kota, terus menunjukkan kemajuan yang signifikan. Hingga Jumat (20/2/2026), progres pekerjaan sudah mencapai 49 persen dan targetnya segera menyambung kembali akses utama masyarakat.
Jembatan merupakan sarana vital bagi warga untuk menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial. Kehadirannya diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas antar daerah di wilayah tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejumlah tahapan pekerjaan telah rampung, mulai dari pemetaan lokasi pemasangan jangkar, penggalian lubang jangkar untuk bentang bawah, hingga pembongkaran baja jembatan lama yang sudah rampung 100 persen. Saat ini produksi fork dan angkur sudah mencapai 67 persen, sedangkan pemasangan wire board dan ram mencapai 26 persen. Pekerjaan tahap akhir meliputi pemasangan rambu peringatan, rambu identitas jembatan, dan pengecatan.
Pembangunannya dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan 25 personel TNI, dua unsur pemerintah Nagari (Desa), serta 20 warga sekitar yang turut aktif dalam proses pembangunan.
Dandim 0306/50 Kota menegaskan, pembangunan jembatan gantung ini merupakan wujud kepedulian TNI dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat di wilayah binaan. “Upaya maksimal untuk membantu percepatan pembangunan jembatan gantung ini akan terus kami lakukan. Melalui semangat kebersamaan dan gotong royong antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat, kami optimis pembangunan dapat selesai sesuai target dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat. Kehadiran TNI di tengah masyarakat untuk membantu dan menjadi solusi kesulitan masyarakat,” ujarnya.
Dengan progres yang terus meningkat, diharapkan jembatan gantung ini segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sehingga aktivitas warga di Jorong Tanah Tingkah dan sekitarnya dapat kembali berjalan lancar dan maksimal. (Dispenad)



















