Saat berkunjung ke “Somaliland”.. Sa'ar menggambarkan Palestina sebagai “negara virtual” | berita

- Jurnalis

Kamis, 8 Januari 2026 - 04:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa'ar mengejek Negara Palestina, menggambarkannya sebagai “negara virtual”, saat konferensi pers dengan presiden wilayah separatis Somaliland, kemarin, Selasa.

Hari ini, Rabu, situs web dan akun Israel menerbitkan pernyataan menteri Israel selama kunjungannya ke wilayah separatis tersebut, kurang dari dua minggu setelah Israel mengakui wilayah tersebut sebagai “negara merdeka,” yang memicu reaksi penolakan dari Arab dan internasional.

Sa'ar mengatakan dalam pidatonya, “Tidak seperti Palestina, Somaliland bukanlah sebuah negara virtual. Ini adalah negara yang ada dan efektif. Somaliland adalah negara yang berfungsi penuh, berdasarkan prinsip-prinsip hukum internasional,” klaimnya.

Sa'ar menambahkan, “Somaliland setia kepada Barat dan bersahabat dengan Israel.”

Sa'ar tiba di wilayah separatis, yang dianggap Somalia sebagai bagian dari wilayahnya, kemarin, Selasa, dan bertemu dengan presiden wilayah tersebut, Abdel Rahman Aro.

Pengakuan kontroversial

Israel secara resmi mengakui wilayah separatis tersebut pada tanggal 26 Desember sebagai “negara merdeka dan berdaulat.”

Keputusan Israel tersebut memicu kritik tajam dari Uni Afrika, Mesir dan Uni Eropa, yang menekankan kedaulatan Somalia, yang sedang dilanda perang dan kerusuhan.

Presiden Somalia Hassan Sheikh Mohamud mengatakan pekan lalu bahwa wilayah separatis “Somaliland” telah menerima tiga syarat dari Israel, yaitu “pemukiman kembali warga Palestina di wilayah tersebut, pendirian pangkalan militer di Teluk Aden, dan bergabung dengan Perjanjian Abraham untuk menormalisasi hubungan dengan Israel.”

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Mengapa klaim palsu Filipina mengenai Laut Cina Selatan tidak berdasar?
Krisis Siswa Baru di SD Negeri: Meninjau Kembali Paradigma Pendidikan
Detik berikutnya, lampu Gedung Kejaksaan Agung tiba-tiba padam saat eks Jampidsus diperiksa, apa yang terjadi?
Ilmuwan Aceh Berbagi Pengalaman Soal Topan Senyar di Thailand, Türkiye Tuan Rumah AIWEST-DR 2027
Meski sudah meminta maaf, Hotman Paris tetap diproses hukum, Polda Metro memeriksa 10 saksi
Hilirisasi Kepulauan Andaman Sebagai Titik Balik Bagi Aceh
Menjaga Hutan Mangrove Tanah Papua: Paru-Paru Terakhir Indonesia
AJI Desak Prabowo Minta Maaf atas Tudingan Jurnalis Londo Ireng

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 23:42 WIB

Mengapa klaim palsu Filipina mengenai Laut Cina Selatan tidak berdasar?

Jumat, 24 Juli 2026 - 23:26 WIB

Krisis Siswa Baru di SD Negeri: Meninjau Kembali Paradigma Pendidikan

Jumat, 24 Juli 2026 - 22:55 WIB

Detik berikutnya, lampu Gedung Kejaksaan Agung tiba-tiba padam saat eks Jampidsus diperiksa, apa yang terjadi?

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:48 WIB

Meski sudah meminta maaf, Hotman Paris tetap diproses hukum, Polda Metro memeriksa 10 saksi

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:34 WIB

Hilirisasi Kepulauan Andaman Sebagai Titik Balik Bagi Aceh

Berita Terbaru