Maduro dipindahkan ke New York sebagai bagian dari operasi yang dikoordinasikan oleh Badan Penegakan Narkoba AS (DEA). Setelah proses awal di Manhattan, pasangan itu dibawa dengan pengamanan ketat ke Pusat Penahanan Federal Metropolitan di Brooklyn, tempat mereka ditahan saat ini.
Dari Caracas hingga New York
Menurut sumber-sumber AS, Maduro dibawa dari ibu kota Venezuela, Caracas, pada Sabtu dini hari dengan menggunakan helikopter militer AS. Dia pertama kali diangkut ke lokasi yang dirahasiakan di Karibia dan kemudian dipindahkan ke kapal Angkatan Laut AS USS Iwo Jima. Dari sana, Maduro diterbangkan ke Pangkalan Angkatan Laut Teluk Guantanamo sebelum dibawa ke Pangkalan Garda Nasional Udara Stewart di bagian utara New York.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Setelah mendarat, Maduro dan istrinya diterbangkan dengan helikopter ke Manhattan dengan pengamanan ketat.
Pemrosesan DEA dan Transfer Brooklyn
Setibanya di Manhattan, pasangan itu dibawa ke kantor lapangan DEA di New York, di mana prosedur standar termasuk verifikasi identitas dan sidik jari dilakukan. Pihak berwenang untuk sementara membatasi akses di sekitar gedung sebagai bagian dari protokol keamanan yang ditingkatkan.
Setelah prosedur awal selesai, Maduro dan istrinya dipindahkan ke Pusat Penahanan Federal Metropolitan di Brooklyn. Pasukan keamanan mengawal pasangan tersebut melalui pintu masuk kedua, sementara kendaraan lapis baja, patroli senjata jarak jauh, dan helikopter polisi dikerahkan di sekitar fasilitas tersebut.
Kehadiran di Pengadilan Diharapkan Senin
Media AS melaporkan bahwa Maduro dijadwalkan hadir di hadapan Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Selatan New York. Rincian dakwaan dan ruang lingkup dakwaan kemudian dibagikan Jaksa Agung AS Pam Bondi melalui media sosial.
Pihak berwenang belum merilis dakwaan lengkap kepada publik, namun para pejabat menegaskan bahwa kasus tersebut akan ditangani di tingkat federal.
Reaksi Publik dan Peningkatan Keamanan
Menyusul laporan penahanan Maduro, sekelompok orang berkumpul di luar fasilitas di Brooklyn, mengibarkan bendera Venezuela dan meneriakkan slogan-slogan merayakan apa yang mereka gambarkan sebagai berakhirnya kediktatoran di negara mereka. Para pengunjuk rasa tetap berada di lokasi hingga larut malam.
Langkah-langkah keamanan di sekitar pusat penahanan semakin diperkuat, dengan pemeriksaan identitas yang sering dilakukan dan peningkatan kehadiran polisi di jalan-jalan sekitar. Para pejabat mengatakan tindakan tersebut dimaksudkan untuk mencegah kerusuhan dan menjamin keselamatan tahanan dan personel.
Gambar Pertama Dirilis
Belakangan, akun tanggap cepat resmi Gedung Putih membagikan video yang menggambarkan Maduro di bawah pengawalan polisi di dalam fasilitas DEA di Manhattan. Rekaman tersebut menunjukkan Maduro berjalan di sepanjang koridor bertanda “DEA NYD,” mengenakan kaus berkerudung hitam.
Video itu diberi judul kalimat “Tersangka berjalan”, dan memuat momen singkat di mana Maduro terdengar mengucapkan, “Selamat Tahun Baru.” Rekaman tersebut dengan cepat beredar di media sosial, menarik perhatian dan perdebatan luas.
Perkembangan Politik di Venezuela
Setelah Maduro dicopot, Mahkamah Agung Venezuela dilaporkan memerintahkan wakil presiden untuk mengambil alih tugas kepresidenan untuk sementara waktu. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyatakan bahwa masa depan Venezuela akan bergantung pada keputusan yang dibuat oleh Presiden AS Donald Trump, dengan mengatakan, “Syaratnya akan ditentukan oleh Presiden Trump.”
Perkembangan ini menandai peningkatan dramatis dalam krisis Venezuela dan telah menarik perhatian internasional seiring dengan kemajuan proses hukum di New York.
















