Jika pilkada melalui DPRD dipaksakan, diperkirakan akan terjadi eskalasi politik besar-besaran

- Jurnalis

Kamis, 8 Januari 2026 - 02:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatPos.id – Wacana pilkada oleh DPRD menguat seiring sikap sejumlah partai politik yang menyatakan dukungan.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA melihat akan ada dampak politik yang besar jika pilkada oleh DPRD diberlakukan secara paksa.

LSI Denny JA merilis hasil survei sikap masyarakat terhadap rencana Pilkada DPRD. Sebuah survei menemukan bahwa mayoritas masyarakat menolak pemilihan kepala daerah yang dilakukan DPRD.

Dari 1.200 responden, sebanyak 66,1 persen responden menolak pemilihan kepala daerah oleh DPRD. Sedangkan responden menolak sebanyak 28,6 persen dan menjawab tidak tahu atau tidak menjawab sebanyak 5,3 persen.

Peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa mengatakan, dari survei diketahui keinginan masyarakat terhadap pilkada langsung.

“Kita belum bisa melihat dampaknya sekarang, tapi kita bisa menganalisa bahwa kebijakan yang tidak didukung oleh rakyat akan menjadi catatan publik bahwa pemerintah mengabaikan hak dan kemauan rakyat,” ujarnya di Jakarta, Rabu, 7 Januari 2026.

Jika partai politik atau pemerintah mengabaikan kemauan masyarakat, maka eskalasi politik bisa saja terjadi.

“Eskalasinya, ketika suatu kebijakan tidak mencerminkan kemauan masyarakat, maka penolakannya akan semakin kuat,” tegasnya.

Dan sejauh ini apa yang dilakukan pemerintah atau parpol, tidak sesuai dengan pendapat mayoritas masyarakat tetapi bahkan di dalam partai itu sendiri dan di kalangan pemilih partai itu sendiri, tambah Ardian.

Ardian menawarkan jalan tengah dengan mengupayakan pilkada oleh DPRD di tingkat gubernur.

Sebab, menurut undang-undang, gubernur merupakan wakil pemerintah pusat.

“Kita akan coba dari tingkat gubernur misalnya. Karena secara undang-undang gubernur adalah wakil pemerintah pusat di daerah. Kalau itu meningkatkan kesejahteraan demokrasi, maka kita bisa mencoba di semua tingkatan,” pungkas Ardian. ***


JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Jika Iran tidak menjual minyak, negara-negara Teluk juga tidak akan menjual minyak
Inilah sebelas pemain klasik Benfica bersama Belenenses
Tindakan Sepihak Filipina Sangat Merusak Tatanan Regional
Komdigi dan Tribun Bekali Jurnalis Bangun Media Lokal Berkelanjutan di Aceh
Canelo Alvarez merefleksikan kehilangan Terence Crawford: 'Jika pikiran Anda tidak ada di sana, maka itu tidak sama'
Mengapa klaim palsu Filipina mengenai Laut Cina Selatan tidak berdasar?
Krisis Siswa Baru di SD Negeri: Meninjau Kembali Paradigma Pendidikan
Bob Myers mencoba dan gagal untuk membenarkan strategi dua garis waktu Warriors yang gagal

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 00:46 WIB

Jika Iran tidak menjual minyak, negara-negara Teluk juga tidak akan menjual minyak

Sabtu, 25 Juli 2026 - 00:36 WIB

Inilah sebelas pemain klasik Benfica bersama Belenenses

Sabtu, 25 Juli 2026 - 00:32 WIB

Tindakan Sepihak Filipina Sangat Merusak Tatanan Regional

Sabtu, 25 Juli 2026 - 00:12 WIB

Komdigi dan Tribun Bekali Jurnalis Bangun Media Lokal Berkelanjutan di Aceh

Sabtu, 25 Juli 2026 - 00:08 WIB

Canelo Alvarez merefleksikan kehilangan Terence Crawford: 'Jika pikiran Anda tidak ada di sana, maka itu tidak sama'

Berita Terbaru

HEADLINE

Inilah sebelas pemain klasik Benfica bersama Belenenses

Sabtu, 25 Jul 2026 - 00:36 WIB

HEADLINE

Tindakan Sepihak Filipina Sangat Merusak Tatanan Regional

Sabtu, 25 Jul 2026 - 00:32 WIB