AS Mundur dari 66 Organisasi Internasional, Indonesia Khawatir

- Jurnalis

Jumat, 9 Januari 2026 - 00:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

– Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI akhirnya buka suara menyikapi manuver ekstrim Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Keputusan Washington untuk menarik diri secara massal dari 66 organisasi internasional memicu kekhawatiran mendalam terhadap runtuhnya tatanan kerja sama global.

Jakarta menilai, langkah 'cuci tangan' AS bukan sekadar kebijakan dalam negeri biasa, melainkan ancaman serius yang bisa melumpuhkan sistem multilateralisme yang selama ini menjadi landasan perdamaian dan stabilitas dunia.

Ancaman terhadap Kerja Sama Internasional

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Yvonne Mewengkang menegaskan Indonesia sangat prihatin dengan semakin tertekannya prospek kerja sama internasional. Menurutnya, tantangan dunia saat ini memerlukan kolaborasi, bukan isolasi.

“Kami khawatir dengan prospek meningkatnya tekanan terhadap multilateralisme dan tantangan dunia berdasarkan kerja sama internasional,” kata Yvonne dengan nada serius usai jumpa media di Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Indonesia, lanjut Yvonne, tetap pada posisi tegak: mendorong semua negara untuk menghormati prinsip kesetaraan dan inklusivitas. Jakarta percaya bahwa tantangan global hanya dapat terjawab jika negara-negara terus duduk bersama di meja perundingan.

Alasan Trump: 'Agenda Globalis' Membebani Wajib Pajak

Langkah radikal ini diambil setelah Trump menandatangani 'Memorandum Presiden' pada Rabu (7/1/2026). Gedung Putih terang-terangan menuduh 66 organisasi tersebut – terdiri dari 31 entitas PBB dan 35 organisasi non-PBB – mengkhianati kepentingan nasional Amerika.

Gedung Putih beralasan selama ini uang pembayar pajak Amerika hanya dibelanjakan untuk memajukan agenda kelompok 'globalis' yang seringkali bertentangan dengan nilai-nilai nasional AS. Organisasi-organisasi tersebut juga dituding membuang-buang dana publik tanpa memberikan dampak nyata terhadap keamanan dan perekonomian Negeri Paman Sam.

Eksodus Massal: Dari Iklim ke Kesehatan

Daftar organisasi yang ditinggalkan Washington bukanlah lelucon. Di bidang lingkungan hidup, Amerika menarik diri dari UNFCCC yang menjadi motor penggerak Perjanjian Paris. Di bidang kesehatan dan sosial, dukungan terhadap WHO dan UNFPA resmi ditarik.

Faktanya, badan-badan bergengsi seperti UNESCO, Dewan Hak Asasi Manusia PBB, dan UNRWA tidak luput dari tindakan pembersihan yang dilakukan Trump. Di luar PBB, AS juga telah menarik diri dari berbagai aliansi keamanan, perdagangan, dan kelompok penelitian ilmiah dan budaya seperti Organisasi Kayu Tropis Internasional.

Eksodus besar-besaran ini diperkirakan akan menimbulkan lubang pendanaan yang sangat besar, mengingat AS selama ini menjadi donor utama bagi hampir seluruh lembaga tersebut. Dunia kini menunggu untuk melihat apakah multilateralisme dapat bertahan tanpa dukungan dari negara adidaya.


JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Cole Hauser Tentang “Tantangan” 'Dutton Ranch' Tanpa Taylor Sheridan”.
Meski sudah meminta maaf, Hotman Paris tetap diproses hukum, Polda Metro memeriksa 10 saksi
Hilirisasi Kepulauan Andaman Sebagai Titik Balik Bagi Aceh
Menjaga Hutan Mangrove Tanah Papua: Paru-Paru Terakhir Indonesia
AJI Desak Prabowo Minta Maaf atas Tudingan Jurnalis Londo Ireng
Pesawat tempur F-16 Ukraina membuat sejarah dalam menyerang jet Su-35 Rusia
HRD Pimpin Kelompok PKB Aceh Audiensi dengan Wakil Ketua DPR RI
Gubernur Nawipa: HAN 2026 Momentum Hentikan Kekerasan Terhadap Anak

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:59 WIB

Cole Hauser Tentang “Tantangan” 'Dutton Ranch' Tanpa Taylor Sheridan”.

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:48 WIB

Meski sudah meminta maaf, Hotman Paris tetap diproses hukum, Polda Metro memeriksa 10 saksi

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:34 WIB

Hilirisasi Kepulauan Andaman Sebagai Titik Balik Bagi Aceh

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:24 WIB

Menjaga Hutan Mangrove Tanah Papua: Paru-Paru Terakhir Indonesia

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:03 WIB

AJI Desak Prabowo Minta Maaf atas Tudingan Jurnalis Londo Ireng

Berita Terbaru

HEADLINE

Hilirisasi Kepulauan Andaman Sebagai Titik Balik Bagi Aceh

Jumat, 24 Jul 2026 - 21:34 WIB