Amerika Serikat mengubah jadwal vaksinasi anak-anak dan menimbulkan kontroversi kesehatan yang luas

- Jurnalis

Rabu, 7 Januari 2026 - 00:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemarin, Senin, Departemen Kesehatan AS mengumumkan amandemen komprehensif terhadap jadwal vaksinasi yang direkomendasikan untuk anak-anak di AS, sebuah langkah yang disambut baik oleh pemerintah tetapi pada saat yang sama memicu kontroversi luas di kalangan pakar kesehatan dan dokter.

Berdasarkan amandemen baru, rekomendasi komprehensif untuk vaksinasi anak-anak berkurang dari 17 menjadi hanya 11 vaksin, sementara enam dari vaksin yang sebelumnya direkomendasikan kini terbatas pada kelompok “berisiko tinggi”, dan diberikan berdasarkan “kesepakatan klinis antara orang tua dan dokter.”

Menteri Kesehatan AS Robert F. Kennedy Jr., yang dikenal karena sikap kontroversialnya terhadap vaksin, mengatakan bahwa jadwal baru ini konsisten dengan konsensus internasional dan standar negara-negara maju, serta menekankan pentingnya “kepercayaan dan transparansi” dalam kebijakan kesehatan.

Presiden AS Donald Trump memuji perubahan pada platformnya, menggambarkan jadwal tersebut “lebih logis” dibandingkan dengan jadwal lama, dan menekankan bahwa orang tua masih dapat memvaksinasi anak-anak mereka dengan semua vaksin jika mereka mau, dan bahwa mereka akan tetap dilindungi oleh sistem asuransi kesehatan.

Langkah ini ditolak secara luas oleh pakar kesehatan masyarakat, dan pakar penyakit menular dan pediatrik Sean O'Leary mengatakan bahwa jadwal vaksinasi di Amerika adalah salah satu alat paling akurat untuk melindungi anak-anak dari penyakit yang berpotensi fatal, dan memperingatkan bahwa setiap perubahan harus didasarkan pada bukti ilmiah yang kuat dan bukan sekadar perbandingan antara sistem kesehatan yang berbeda.

Banyak dokter yang mengkritik amandemen tersebut, dengan mengatakan bahwa amandemen tersebut dibuat tanpa berkonsultasi dengan komite ilmiah biasa, sehingga meningkatkan kekhawatiran bahwa tindakan tersebut dapat menurunkan tingkat vaksinasi dan meningkatkan penyebaran penyakit yang dapat dicegah dengan vaksinasi.

Vaksin yang umumnya tidak lagi direkomendasikan untuk anak-anak antara lain influenza, hepatitis A dan B, meningokokus, dan rotavirus, sedangkan vaksin COVID-19 telah dihapus dari jadwal beberapa bulan lalu.

Amandemen ini merupakan perubahan terbesar dalam kebijakan vaksinasi untuk anak-anak di Amerika selama bertahun-tahun, di tengah kontroversi yang intens antara mereka yang percaya bahwa hal ini meningkatkan pilihan pribadi orang tua, dan mereka yang khawatir bahwa hal ini akan melemahkan kekebalan masyarakat terhadap penyakit yang dapat dicegah.

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Beut Panteu Keude, Cara Kreatif Kemenag Aceh Barat Tebarkan Dakwah di Masyarakat
Keributan hebat! Bung Harlino Kembalikan Rp 5,2 Miliar Terkait PT Dana Syariah Indonesia
Iran Pindahkan Ribuan Sentrifugal Nuklir ke Gunung Beliung di Kedalaman 100 Meter
Terungkap! Begitulah fantastisnya kehormatan Dude Harlino selama menjadi Brand Ambassador PT DSI
Pesawat yang Diduga Milik AS Dikabarkan Jatuh di Pulau Qeshm, Iran
AS Kembalikan Artefak Papua yang Dicuri ke Indonesia
KPK Ungkap Menteri Kehutanan Raja Juli Bertemu Bupati Kuansing Lebih dari Sekali
Pemerintah Genjot Pembangunan 37.373 Huntap di Aceh, Kemajuannya Hanya 4,9 Persen

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 05:04 WIB

Beut Panteu Keude, Cara Kreatif Kemenag Aceh Barat Tebarkan Dakwah di Masyarakat

Sabtu, 25 Juli 2026 - 04:52 WIB

Keributan hebat! Bung Harlino Kembalikan Rp 5,2 Miliar Terkait PT Dana Syariah Indonesia

Sabtu, 25 Juli 2026 - 04:23 WIB

Iran Pindahkan Ribuan Sentrifugal Nuklir ke Gunung Beliung di Kedalaman 100 Meter

Sabtu, 25 Juli 2026 - 04:10 WIB

Terungkap! Begitulah fantastisnya kehormatan Dude Harlino selama menjadi Brand Ambassador PT DSI

Sabtu, 25 Juli 2026 - 03:55 WIB

Pesawat yang Diduga Milik AS Dikabarkan Jatuh di Pulau Qeshm, Iran

Berita Terbaru