Ekspedisi Macan Tutul Jawa di Sanggabuana Catat Temuan Penting, TNI AD Perkuat Kerja Pelestarian Alam

- Jurnalis

Kamis, 30 Oktober 2025 - 16:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, tniad.mil.id – Tim Ekspedisi Macan Tutul Jawa yang dilepas Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., pada Februari 2025 di Resimen Latihan Tempur (Menlatpur) Kostrad, Sanggabuana, Kabupaten Karawang, berhasil mencatatkan hasil penelitian awal yang menggembirakan. Dari pemasangan 40 kamera trap (foto dan video) di kawasan Pegunungan Sanggabuana, terekam 198 aktivitas satwa yang mengungkap keberadaan 19 individu Macan Tutul Jawa (Panthera Pardus Melas) dan Macan Kumbang, termasuk dua ekor anak harimau.

Temuan ini merupakan pencapaian penting, mengingat survei populasi individu Macan Tutul Jawa dengan menggunakan metode ilmiah dan protokol standar merupakan yang pertama kali dilakukan di kawasan tersebut. Selain populasi Macan Tutul, kamera jebakan juga mendokumentasikan keberadaan satwa langka lainnya seperti Elang Jawa yang turut memperkuat status Pegunungan Sanggabuana sebagai kawasan bernilai konservasi tinggi.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat melepas tim ekspedisi pada Februari lalu, Kasad menegaskan upaya ini merupakan wujud nyata komitmen TNI AD dalam menjaga kelestarian alam dan ekosistem, sejalan dengan program andalan TNI AD “Menyatu dengan Alam”.

“Sebagai bagian dari bangsa Indonesia, kita mempunyai tanggung jawab yang besar untuk menjaga keanekaragaman hayati demi kelangsungan hidup generasi mendatang. TNI Angkatan Darat akan terus mendukung kegiatan pelestarian hutan lindung seperti ini,” kata Kasad.

Terkait perkembangan penelitian terkini, Bernard T. Wahyu Wiryanta selaku Koordinator Tim Survei Macan Tutul Jawa Sanggabuana dari Sanggabuana Conservation Foundation (SCF) mengatakan, hasil survei tahap pertama ini juga menjadi masukan penting bagi pemerintah dalam mengembangkan program perlindungan satwa prioritas dan terancam punah.

“Dengan survei populasi ini, selain memperoleh data individu Macan Tutul Jawa, juga akan dilakukan mitigasi ancaman dan pemetaan preferensi pangan. Data ini akan menjadi landasan penting bagi usulan perubahan fungsi hutan Sanggabuana menjadi kawasan konservasi, sehingga ada kepastian hukum mengenai status hutan dan upaya perlindungan keanekaragaman hayati dapat maksimal,” jelas Bernard, Sabtu (13/9/2025).

Bernard juga menegaskan, kehadiran prajurit Menlatpur Kostrad sangat dibutuhkan dalam kegiatan konservasi. Sebab, selain terlibat langsung dalam proses penelitian dan memastikan latihan tempur tidak mengganggu habitat hewan, prajurit juga berperan dalam patroli anti perburuan liar dan mencegah perambahan hutan. Terbukti hingga saat ini, kehadiran tentara mampu menekan angka perburuan satwa dilindungi di kawasan Sanggabuana secara signifikan.

Pada bulan Agustus 2025, tahap pertama survei ini telah selesai dan kamera jebakan telah dipindahkan ke lokasi lain dalam jaringan regional yang sama untuk tahap berikutnya. Hasil sementara menunjukkan berita menggembirakan karena populasi macan tutul masih dalam jumlah yang signifikan. Namun di sisi lain, dengan indikasi kepadatan populasi hewan di kawasan yang luasnya sekitar 10.000 hektar ini, temuan ini juga menjadi pengingat bahwa habitatnya perlu lebih dilindungi agar terhindar dari ancaman ekologi.

Bersama SCF dan berbagai pemangku kepentingan, TNI AD melalui Menlatpur Kostrad terus memperkuat kiprahnya dalam menjaga keseimbangan alam. Hasil ekspedisi ini diharapkan dapat mempercepat proses penetapan Pegunungan Sanggabuana sebagai kawasan konservasi sekaligus mempertegas komitmen TNI AD untuk hadir tidak hanya menjaga kedaulatan negara, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan hidup untuk generasi mendatang. (Dispenad)

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Jika Iran tidak menjual minyak, negara-negara Teluk juga tidak akan menjual minyak
Inilah sebelas pemain klasik Benfica bersama Belenenses
Tindakan Sepihak Filipina Sangat Merusak Tatanan Regional
Komdigi dan Tribun Bekali Jurnalis Bangun Media Lokal Berkelanjutan di Aceh
Canelo Alvarez merefleksikan kehilangan Terence Crawford: 'Jika pikiran Anda tidak ada di sana, maka itu tidak sama'
Mengapa klaim palsu Filipina mengenai Laut Cina Selatan tidak berdasar?
Krisis Siswa Baru di SD Negeri: Meninjau Kembali Paradigma Pendidikan
Bob Myers mencoba dan gagal untuk membenarkan strategi dua garis waktu Warriors yang gagal

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 00:46 WIB

Jika Iran tidak menjual minyak, negara-negara Teluk juga tidak akan menjual minyak

Sabtu, 25 Juli 2026 - 00:36 WIB

Inilah sebelas pemain klasik Benfica bersama Belenenses

Sabtu, 25 Juli 2026 - 00:32 WIB

Tindakan Sepihak Filipina Sangat Merusak Tatanan Regional

Sabtu, 25 Juli 2026 - 00:12 WIB

Komdigi dan Tribun Bekali Jurnalis Bangun Media Lokal Berkelanjutan di Aceh

Sabtu, 25 Juli 2026 - 00:08 WIB

Canelo Alvarez merefleksikan kehilangan Terence Crawford: 'Jika pikiran Anda tidak ada di sana, maka itu tidak sama'

Berita Terbaru

HEADLINE

Inilah sebelas pemain klasik Benfica bersama Belenenses

Sabtu, 25 Jul 2026 - 00:36 WIB

HEADLINE

Tindakan Sepihak Filipina Sangat Merusak Tatanan Regional

Sabtu, 25 Jul 2026 - 00:32 WIB