Tidak Ada Bukti Tunggal Investigasi Kejahatan Ilmiah

- Jurnalis

Selasa, 9 Juli 2024 - 15:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatPos.id – Susno Duadji, mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Kepolisian Negara Republik Indonesia, menilai sangat wajar dan tepat apabila penggugat Pegi Setiawan menang secara meyakinkan dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Bandung.

Pasalnya, penyidik ​​Polda Jawa Barat tidak bisa menghadirkan alat bukti yang mengarah kepada Pegi Setiawan sebagai pelaku pembunuhan mendiang Vina Cirebon.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepolisian Daerah Jawa Barat hanya memberikan bukti bahwa Pegi yang ditangkap memang bernama Pegi. “Yang dicari itu Pegi Perong, ini bukan Pegi Perong. Alamatnya salah, yang lain juga salah. Yang dicari beda-beda, yang ditangkap beda-beda,” kata Susno Diadji kepada wartawan, Selasa (9/7).

Ia juga mengatakan, Polda Jawa Barat sama sekali tidak bisa membuktikan bahwa Pegi Setiawan merupakan pelaku pembunuhan terhadap Vina Cirebon.

“Tidak menghadirkan saksi-saksi dan tidak menghadirkan alat bukti berupa hasil penyidikan tindak pidana ilmiah yang tajam terhadap Pegi Setiawan yang ditangkap sebagai pelaku. Baik berupa sidik jari, CCTV, HP, hasil laboratorium darah, hasil DNA. Tidak ada itu,” jelasnya.

Susno Duadji awalnya mengira bukti-bukti tajam itu masih disimpan untuk kemudian diungkap sebagai senjata pamungkas penyidik. Namun, ternyata hingga persidangan hampir berakhir, bukti-bukti yang membuat kubu Pegi Setiawan tak berkutik sama sekali tidak ada.

Sebaliknya, proses hukum terhadap Pegi Setiawan justru terbongkar cacat prosedur. “Prosedurnya dilanggar, buktinya dilanggar, orangnya yang salah,” jelasnya.

Kasus Pegi Setiawan yang melibatkan Susno Duadji menjadi sinyal positif bagi penegakan hukum di Indonesia. Harapan akan proses penegakan hukum yang baik dan adil tampak jelas dalam kasus praperadilan Pegi Setiawan.

RakyatPos.ID Network

Berita Terkait

Tak hanya pemenuhan gizi anak, Rudy Susmanto menyebut MBG sebagai gerakan ekonomi kerakyatan
Hutto mengeksplorasi penggunaan Tesla Cybertrucks untuk polisi, departemen kota | Pflugerville – Hutto
Saking kuatnya El Nino, Sumatera-Papua diselimuti warna merah
Menko Polhukam menegaskan penegakan hukum dilakukan dalam penanganan karhutla
Jawaban NYT Connections untuk 20 Oktober 2026
Sebanyak 50 Ribu Warga Ende Belum Terlayani MBG, Satgas Dorong Perluasan SPPG
ODI Tri-Series (PAK) 2026/27, Pratinjau Pertandingan PAK vs ENG ke-2
Video Pria Berkostum Wanita di Kafe Pekanbaru Viral, Yasser Hamidi: Pemerintah Harus Tegas

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:55 WIB

Tak hanya pemenuhan gizi anak, Rudy Susmanto menyebut MBG sebagai gerakan ekonomi kerakyatan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:40 WIB

Hutto mengeksplorasi penggunaan Tesla Cybertrucks untuk polisi, departemen kota | Pflugerville – Hutto

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:35 WIB

Saking kuatnya El Nino, Sumatera-Papua diselimuti warna merah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:16 WIB

Menko Polhukam menegaskan penegakan hukum dilakukan dalam penanganan karhutla

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Jawaban NYT Connections untuk 20 Oktober 2026

Berita Terbaru

HEADLINE

Saking kuatnya El Nino, Sumatera-Papua diselimuti warna merah

Selasa, 20 Okt 2026 - 15:35 WIB

HEADLINE

Jawaban NYT Connections untuk 20 Oktober 2026

Selasa, 20 Okt 2026 - 15:00 WIB

Al Jazeera - LIVE