RakyatPos.id – Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel menyayangkan sikap Pegi Setiawan yang mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) usai permohonan praperadilannya dikabulkan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Reza, Pegi tidak perlu mengucapkan terima kasih kepada Jokowi karena telah membebaskannya dari status tersangka kasus pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon pada 2016.
Seperti dikatakan Reza, dikabulkannya gugatan praperadilan Pegi oleh Pengadilan Negeri (PN) Bandung karena adanya campur tangan Jokowi.
“Jangan sampai ucapan terima kasih Pegi justru menambah beban Presiden seolah-olah ikut campur lagi dalam proses hukum,” kata Reza kepada Disway.id, Rabu, 10 Juli 2024.
Padahal, kata Reza, sikap seperti itu bisa merugikan Pegi sendiri karena akan timbul anggapan bahwa kebebasannya karena adanya intervensi politik.
“Bahkan, bisa saja dianggap ada intervensi politik dalam kasus Pegi. Dan anggapan seperti itu justru merugikan Pegi sendiri, selain menimbulkan aroma tidak sedap tentang independensi aparat penegak hukum,” kata Reza.
Reza pun mempertanyakan kontribusi Jokowi hingga Pegi menyampaikan rasa terima kasihnya secara langsung.
“Sekali lagi, apa relevansi atau kontribusi Presiden Jokowi terhadap kasus Pegi?” tanya Reza.
“Ingat perkataan Hakim Eman Sulaeman. Beliau menegaskan tidak ada kepentingan yang dapat merusak objektivitasnya dalam mengambil keputusan praperadilan,” pungkasnya.
Sebelumnya, Pegi menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto usai bebas dari tahanan Polda Jawa Barat pada Senin, 8 Juli 2024.
“Saya sampaikan terima kasih kepada masyarakat Indonesia. Terima kasih kepada Bapak Presiden Joko Widodo, Bapak Presiden terpilih, Bapak Prabowo Subianto dan jajarannya,” kata Pegi di Mapolda Jabar.
RakyatPos.ID Network
















