Pemkab Cirebon Gunakan Akronim SiPepek, Guru Besar Linguistik UIN Surabaya Beri Kritik Pedas

- Jurnalis

Selasa, 9 Juli 2024 - 12:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatPos.id – Guru Besar Ilmu Linguistik UIN Sunan Ampel Surabaya Kamal Yusuf menyoroti polemik akronim yang beredar di sejumlah program berbasis aplikasi digital dalam pelayanan publik. Ia menilai akronim yang dirilis Pemerintah Kabupaten Cirebon tersebut mengandung makna negatif.

Kamal menilai akronim janggal yang dibuat Pemkab Cirebon untuk sejumlah program pelayanan publik menyimpang dari substansi program yang dimaksud. Seperti diketahui, Pemkab Cirebon merilis sejumlah program pelayanan publik dengan penggunaan akronim yang menimbulkan polemik seperti SiPepek, Sithole, Simontok, Sisemok, Sicantik, Siganteng, Sipedo, Mas Dedi mamang Jantan, Jebol Ya Mas.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menilai Pemerintah Kabupaten kurang peka dalam menggunakan ragam bahasa dan memahami konteks sosial.

“Penggunaan bahasa informal yang cenderung vulgar di ranah resmi pemerintahan dapat dinilai sangat tidak pantas dan tidak profesional. Hal ini dapat menyinggung perasaan sosial masyarakat dan bahkan dapat menimbulkan salah tafsir di masyarakat,” kata Kamal di Surabaya, Selasa (9/7/2024).

Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya mengatakan, penggunaan sejumlah akronim bukan saja akan menimbulkan citra positif bagi pemerintah daerah, tetapi justru akan menurunkan citra dan martabat bahasa.

Ia menyebutkan, etika penggunaan bahasa harus dimiliki khususnya oleh para penyelenggara pemerintahan. “Penggunaan bahasa yang tidak senonoh dan berkonotasi negatif di lingkungan resmi pemerintahan dapat menurunkan citra dan martabat bahasa itu sendiri,” tegas Kamal.

Selain itu, Kamal juga menyebutkan penggunaan akronim yang janggal menyebabkan fungsi dan tujuan awal aplikasi dibuat menjadi tidak jelas.

Akibatnya, kata Kamal, program yang dirilis pemerintah akan menimbulkan penafsiran yang tidak sesuai dengan konteks substansinya. “Ini karena Pemda Cirebon membuka peluang munculnya stigma negatif dan salah tafsir,” sesal Kamal.

Atas polemik yang terjadi di ruang publik tersebut, menurut doktor lulusan Universitas Leipzig, Jerman itu, ia mendesak Pemerintah Kabupaten Cirebon mengkaji ulang penggunaan akronim janggal dalam aplikasi dan program. Ia menyarankan agar digunakan nama yang jelas, mudah dipahami, dan sesuai dengan konteks aplikasi atau program.

“Lakukan riset dan survei untuk mengetahui persepsi masyarakat, gunakan bahasa yang santun, sopan, dan mencerminkan nilai-nilai luhur bangsa. Libatkan pakar bahasa dan pakar komunikasi dalam proses penamaan aplikasi dan program pemerintah,” tegas Kamal.

RakyatPos.ID Network

Berita Terkait

Jika Iran tidak menjual minyak, negara-negara Teluk juga tidak akan menjual minyak
Inilah sebelas pemain klasik Benfica bersama Belenenses
Tindakan Sepihak Filipina Sangat Merusak Tatanan Regional
Komdigi dan Tribun Bekali Jurnalis Bangun Media Lokal Berkelanjutan di Aceh
Canelo Alvarez merefleksikan kehilangan Terence Crawford: 'Jika pikiran Anda tidak ada di sana, maka itu tidak sama'
Mengapa klaim palsu Filipina mengenai Laut Cina Selatan tidak berdasar?
Krisis Siswa Baru di SD Negeri: Meninjau Kembali Paradigma Pendidikan
Bob Myers mencoba dan gagal untuk membenarkan strategi dua garis waktu Warriors yang gagal

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 00:46 WIB

Jika Iran tidak menjual minyak, negara-negara Teluk juga tidak akan menjual minyak

Sabtu, 25 Juli 2026 - 00:36 WIB

Inilah sebelas pemain klasik Benfica bersama Belenenses

Sabtu, 25 Juli 2026 - 00:32 WIB

Tindakan Sepihak Filipina Sangat Merusak Tatanan Regional

Sabtu, 25 Juli 2026 - 00:12 WIB

Komdigi dan Tribun Bekali Jurnalis Bangun Media Lokal Berkelanjutan di Aceh

Sabtu, 25 Juli 2026 - 00:08 WIB

Canelo Alvarez merefleksikan kehilangan Terence Crawford: 'Jika pikiran Anda tidak ada di sana, maka itu tidak sama'

Berita Terbaru

HEADLINE

Inilah sebelas pemain klasik Benfica bersama Belenenses

Sabtu, 25 Jul 2026 - 00:36 WIB

HEADLINE

Tindakan Sepihak Filipina Sangat Merusak Tatanan Regional

Sabtu, 25 Jul 2026 - 00:32 WIB