PBB – Pemantau Timur Tengah

- Jurnalis

Senin, 8 Juli 2024 - 15:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) pada hari Sabtu mengatakan keluarga-keluarga di Jalur Gaza menghadapi keadaan yang mengerikan karena tidak memiliki tempat yang aman untuk mencari perlindungan, Anadolu Agency melaporkan.

“Keluarga Palestina di #JalurGaza tidak punya tempat aman untuk dituju,” kata UNRWA pada X.

Badan tersebut juga mengutip pernyataan juru bicaranya di Gaza, Louise Wateridge, dalam wawancaranya dengan The New York Times, yang mengatakan: “Ini adalah siklus kematian dan pengungsian yang tak berkesudahan.”

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Orang-orang di sini mengungkapkan bahwa mereka kehilangan harapan, mereka kehilangan tekad, menghadapi pengungsian paksa lainnya dan sama sekali tidak ada kepastian keselamatan,” kata Wateridge.

“Dalam hal kemampuan masyarakat untuk bergerak, perang telah berlangsung selama delapan bulan, masyarakat sangat lelah, mereka kehabisan tenaga, mereka kekurangan gizi.”

BACA: 16 orang tewas dalam serangan udara Israel yang menargetkan sekolah yang menampung warga Palestina yang mengungsi di Gaza

Ia berkata, “masyarakat menjadi jauh lebih lemah, lebih banyak yang terluka, lebih sedikit obat-obatan yang tersedia, lebih sedikit buah segar, dan lebih sedikit air.”

Juru bicara militer Israel Avichay Adraee pada hari Senin menyerukan evakuasi warga Palestina dari daerah timur Khan Younis, yang memaksa mereka melarikan diri ke daerah al-Mawasi di Rafah.

Israel terus melancarkan serangan brutal terhadap Gaza sejak serangan 7 Oktober 2023 oleh kelompok Palestina Hamas.

Lebih dari 38.000 warga Palestina di Gaza telah terbunuh, sebagian besar adalah wanita dan anak-anak, dan sebagian besar wilayah tersebut hancur di tengah blokade yang melumpuhkan terhadap makanan, air bersih, dan obat-obatan.

Israel juga dituduh melakukan genosida di Mahkamah Internasional, yang putusan terakhirnya memerintahkan Israel untuk segera menghentikan operasi militernya di kota selatan Rafah, tempat lebih dari satu juta warga Palestina mencari perlindungan dari perang sebelum kota itu diinvasi pada tanggal 6 Mei.

BACA: Pemukim ilegal Israel membakar tanah Palestina di Tepi Barat bagian tengah

RakyatPos.ID Network

Berita Terkait

Krisis Siswa Baru di SD Negeri: Meninjau Kembali Paradigma Pendidikan
Detik berikutnya, lampu Gedung Kejaksaan Agung tiba-tiba padam saat eks Jampidsus diperiksa, apa yang terjadi?
Ilmuwan Aceh Berbagi Pengalaman Soal Topan Senyar di Thailand, Türkiye Tuan Rumah AIWEST-DR 2027
Meski sudah meminta maaf, Hotman Paris tetap diproses hukum, Polda Metro memeriksa 10 saksi
Hilirisasi Kepulauan Andaman Sebagai Titik Balik Bagi Aceh
Menjaga Hutan Mangrove Tanah Papua: Paru-Paru Terakhir Indonesia
AJI Desak Prabowo Minta Maaf atas Tudingan Jurnalis Londo Ireng
HRD Pimpin Kelompok PKB Aceh Audiensi dengan Wakil Ketua DPR RI

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 23:26 WIB

Krisis Siswa Baru di SD Negeri: Meninjau Kembali Paradigma Pendidikan

Jumat, 24 Juli 2026 - 22:55 WIB

Detik berikutnya, lampu Gedung Kejaksaan Agung tiba-tiba padam saat eks Jampidsus diperiksa, apa yang terjadi?

Jumat, 24 Juli 2026 - 22:19 WIB

Ilmuwan Aceh Berbagi Pengalaman Soal Topan Senyar di Thailand, Türkiye Tuan Rumah AIWEST-DR 2027

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:48 WIB

Meski sudah meminta maaf, Hotman Paris tetap diproses hukum, Polda Metro memeriksa 10 saksi

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:34 WIB

Hilirisasi Kepulauan Andaman Sebagai Titik Balik Bagi Aceh

Berita Terbaru