Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) pada hari Sabtu mengatakan keluarga-keluarga di Jalur Gaza menghadapi keadaan yang mengerikan karena tidak memiliki tempat yang aman untuk mencari perlindungan, Anadolu Agency melaporkan.
“Keluarga Palestina di #JalurGaza tidak punya tempat aman untuk dituju,” kata UNRWA pada X.
Badan tersebut juga mengutip pernyataan juru bicaranya di Gaza, Louise Wateridge, dalam wawancaranya dengan The New York Times, yang mengatakan: “Ini adalah siklus kematian dan pengungsian yang tak berkesudahan.”
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Orang-orang di sini mengungkapkan bahwa mereka kehilangan harapan, mereka kehilangan tekad, menghadapi pengungsian paksa lainnya dan sama sekali tidak ada kepastian keselamatan,” kata Wateridge.
“Dalam hal kemampuan masyarakat untuk bergerak, perang telah berlangsung selama delapan bulan, masyarakat sangat lelah, mereka kehabisan tenaga, mereka kekurangan gizi.”
BACA: 16 orang tewas dalam serangan udara Israel yang menargetkan sekolah yang menampung warga Palestina yang mengungsi di Gaza
Ia berkata, “masyarakat menjadi jauh lebih lemah, lebih banyak yang terluka, lebih sedikit obat-obatan yang tersedia, lebih sedikit buah segar, dan lebih sedikit air.”
Juru bicara militer Israel Avichay Adraee pada hari Senin menyerukan evakuasi warga Palestina dari daerah timur Khan Younis, yang memaksa mereka melarikan diri ke daerah al-Mawasi di Rafah.
Israel terus melancarkan serangan brutal terhadap Gaza sejak serangan 7 Oktober 2023 oleh kelompok Palestina Hamas.
Lebih dari 38.000 warga Palestina di Gaza telah terbunuh, sebagian besar adalah wanita dan anak-anak, dan sebagian besar wilayah tersebut hancur di tengah blokade yang melumpuhkan terhadap makanan, air bersih, dan obat-obatan.
Israel juga dituduh melakukan genosida di Mahkamah Internasional, yang putusan terakhirnya memerintahkan Israel untuk segera menghentikan operasi militernya di kota selatan Rafah, tempat lebih dari satu juta warga Palestina mencari perlindungan dari perang sebelum kota itu diinvasi pada tanggal 6 Mei.
BACA: Pemukim ilegal Israel membakar tanah Palestina di Tepi Barat bagian tengah
RakyatPos.ID Network
















