SURABAYA ( LENTERA ) – Teknologi kecerdasan buatan disiapkan untuk membantu barista mencatat pesanan dengan lebih akurat dan mempercepat pelayanan. Starbucks juga menjajaki sistem pengenalan pelanggan untuk menghadirkan menu digital yang dipersonalisasi.
Pelayanan pemesanan kopi dari belakang kemudi atau drive thru berpotensi berubah dengan hadirnya kecerdasan buatan (AI). Starbucks Corp sedang menjajaki penggunaan teknologi ini untuk membantu proses pemesanan, mulai dari pencatatan pesanan hingga penyajian menu digital yang disesuaikan dengan pelanggan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Chief Executive Officer Starbucks Brian Niccol mengatakan perusahaan sedang bersiap untuk menguji model AI yang bekerja di belakang layar. Teknologi ini dirancang untuk membantu barista memasukkan pesanan pelanggan dengan lebih akurat dan efisien saat melayani kendaraan yang datang ke outlet.
Menurutnya, penerapan AI diharapkan dapat mempercepat proses layanan sekaligus memberikan ruang bagi karyawan untuk lebih fokus berkomunikasi dengan pelanggan.
Dengan dukungan teknologi, barista tidak harus sepenuhnya fokus memasukkan pesanan ke dalam sistem. AI dapat membantu proses administratif ini, sementara karyawan terus memainkan peran mereka dalam memastikan kebutuhan pelanggan terpenuhi.
Starbucks tidak hanya mengeksplorasi AI untuk pencatatan pesanan. Perusahaan juga menjajaki teknologi yang dapat mengenali pelanggan saat mereka tiba di area drive-thru. Sistem ini memungkinkan toko untuk menampilkan menu digital yang dipersonalisasi dan menyederhanakan proses pembayaran.
Niccol menegaskan, perkembangan teknologi masih dalam tahap awal. Perusahaan akan menguji dan mengevaluasi implementasinya sebelum memutuskan langkah selanjutnya.
“Kami masih dalam tahap awal, dan kami akan terus menguji, mempelajari, dan mengembangkan apa pun yang terbukti berhasil,” kata Niccol.
Langkah Starbucks mencerminkan upaya jaringan restoran besar untuk memanfaatkan AI guna meningkatkan efisiensi layanan. Namun penerapan teknologi pemesanan otomatis belum sepenuhnya diterima sebagai standar baru dalam industri makanan dan minuman.
Sejumlah perusahaan restoran lain juga telah menguji sistem serupa. McDonald’s, misalnya, sedang mengembangkan versi teknologi AI untuk layanan drive-thru. Perusahaan mengklaim sistem tersebut berpotensi menghemat puluhan jam kerja di setiap restoran setiap minggunya. Waktu yang dihemat dapat dialihkan oleh karyawan untuk mengerjakan tugas lain.
Namun, pendekatan berbeda terlihat di Burger King. Restoran cepat saji tersebut tidak memiliki rencana untuk memperluas penerapan sistem pemesanan berbasis AI yang mereka uji. Salah satu pertimbangannya adalah preferensi pelanggan yang dinilai masih menginginkan interaksi langsung dengan manusia.
Langkah-langkah ini menunjukkan bahwa efisiensi bukanlah satu-satunya faktor dalam penerapan AI di sektor jasa. Kecepatan dan keakuratan pemesanan harus sejalan dengan pengalaman pelanggan. Bagi sebagian konsumen, percakapan langsung dengan petugas tetap menjadi bagian penting dalam layanan.
Di Starbucks, perkembangan teknologi ini terjadi sebagai upaya perusahaan untuk meningkatkan kinerja bisnis melalui peningkatan kualitas toko, layanan pelanggan, dan peluncuran menu baru. Pada hari Kamis, perusahaan melaporkan pendapatan yang melebihi ekspektasi pasar.
Namun, belum ada kepastian kapan teknologi AI untuk drive-thru akan diterapkan secara lebih luas. Starbucks masih dalam tahap pengujian. Keberhasilan penerapannya akan bergantung pada kemampuan teknologi dalam mendukung pekerjaan karyawan tanpa menghilangkan aspek pelayanan yang menjadi bagian dari pengalaman pelanggan.
Penggunaan AI di kedai kopi bukan hanya sekedar menggantikan pekerjaan manusia dengan mesin. Starbucks sebenarnya sedang menguji kemungkinan penggunaan teknologi sebagai alat agar karyawan dapat bekerja lebih efisien, sekaligus menjaga hubungan langsung dengan pelanggan. (jauh, is/dya)
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Editor tidak bertanggung jawab atas isi atau akibat yang timbul dari isi ini. Agregator artikel oleh Agensi Digital JetMedia
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency



















