RakyatPos.id – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) melalui Fakultas Komunikasi dan Bahasa menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa pelatihan public speaking dan komunikasi digital bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Pawon Shankara. Kegiatan bertajuk “Pelatihan Public Speaking dan Komunikasi Digital dalam Meningkatkan Kapasitas Pelaku UMKM Pawon Shankara” tersebut dilaksanakan pada Minggu (18/10/2026), bertempat di Pawon Shankara, Paninggilan Utara, Ciledug, Tangerang, Banten.
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi masyarakat melalui penguatan kompetensi komunikasi, digitalisasi usaha, serta pengembangan UMKM yang berkelanjutan. Program tersebut menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha.
Bagi pelaku UMKM, kemampuan berkomunikasi tidak hanya diperlukan untuk melayani pelanggan secara langsung, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun citra usaha dan memperkenalkan produk kepada pasar yang lebih luas. Di tengah perkembangan teknologi informasi, keterampilan komunikasi digital juga semakin dibutuhkan agar pelaku usaha dapat memanfaatkan media sosial secara lebih optimal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tingkatkan Kemampuan Komunikasi dan Pemasaran Digital UMKM
Pawon Shankara sebagai mitra dalam kegiatan ini memiliki potensi untuk mengembangkan usaha di sektor kuliner melalui penguatan promosi produk dan pemanfaatan media digital. Beragam menu, penyajian makanan, serta potensi layanan untuk berbagai kegiatan dan kebutuhan konsumen dapat menjadi nilai tambah yang diperkenalkan kepada calon pelanggan melalui komunikasi yang menarik.
Melalui pelatihan public speaking dan komunikasi digital, pelaku UMKM diharapkan mampu menyampaikan informasi mengenai produknya secara lebih jelas, percaya diri, dan meyakinkan. Kemampuan tersebut dapat mendukung proses promosi, membangun hubungan dengan pelanggan, serta meningkatkan kepercayaan terhadap usaha yang dijalankan.
Pemanfaatan media sosial juga menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan bisnis kuliner. Konten digital yang menampilkan produk secara menarik dapat membantu calon pelanggan mengenali variasi menu, memahami keunggulan produk, dan mengetahui layanan yang tersedia.
Namun, pemasaran digital tidak hanya berkaitan dengan keberadaan akun media sosial atau unggahan foto produk. Cara menyusun pesan, memilih informasi yang relevan, membangun identitas merek, serta berkomunikasi dengan audiens turut menentukan bagaimana sebuah usaha dikenal oleh masyarakat.
Oleh karena itu, peningkatan keterampilan komunikasi menjadi salah satu modal penting bagi UMKM untuk menghadapi persaingan pasar yang terus berkembang.
Azwar Munanjar: UMKM Perlu Memperkuat Branding dan Digitalisasi Usaha
Ketua pelaksana kegiatan, Azwar Munanjar, menjelaskan bahwa Pawon Shankara memiliki potensi untuk dikembangkan melalui program pemberdayaan yang berfokus pada digitalisasi pengelolaan usaha, penguatan strategi pemasaran, pengelolaan keuangan, pengembangan branding, serta optimalisasi pemanfaatan media sosial dan teknologi informasi.
Menurutnya, pelatihan ini dirancang untuk membantu pelaku UMKM meningkatkan nilai jual produk, membangun kepercayaan diri, dan memperluas jangkauan pasar.
“Tujuan diadakan pelatihan public speaking dan komunikasi digital dirancang khusus untuk membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah seperti Pawon Shankara dalam meningkatkan nilai jual produk, membangun kepercayaan diri, serta memperluas jangkauan pasar,” ujar Azwar Munanjar.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pengembangan UMKM membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada produk, tetapi juga memperhatikan kemampuan pelaku usaha dalam memperkenalkan dan memasarkan produk secara efektif.
Penguatan branding, misalnya, dapat membantu usaha membangun identitas yang lebih mudah dikenali oleh pelanggan. Sementara itu, digitalisasi pengelolaan usaha dan pemanfaatan teknologi informasi dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan efektivitas kegiatan bisnis.
Dengan pengembangan kompetensi yang tepat, UMKM diharapkan memiliki bekal lebih baik untuk mengembangkan usaha, menjaga hubungan dengan pelanggan, dan menjangkau peluang pasar yang lebih luas.
Susilowati Tekankan Pentingnya Public Speaking dan Komunikasi Persuasif
Susilowati selaku tutor kegiatan menilai bahwa kemampuan komunikasi merupakan salah satu keterampilan penting yang perlu dimiliki pelaku UMKM. Selain menyampaikan informasi produk, pelaku usaha juga perlu mengembangkan kemampuan negosiasi dan komunikasi persuasif untuk memperluas pasar serta membangun kerja sama bisnis.
Melalui pendekatan yang kreatif dan aplikatif, peserta pelatihan diarahkan untuk mampu mempresentasikan produk secara meyakinkan, menjawab keraguan calon pelanggan, serta membangun koneksi emosional melalui cerita yang autentik.
Keterampilan tersebut relevan bagi pelaku usaha yang berinteraksi langsung dengan pelanggan maupun yang memasarkan produknya melalui saluran digital. Pesan yang disampaikan secara tepat dapat membantu calon konsumen memahami manfaat produk sekaligus membangun kepercayaan terhadap pelaku usaha.
Susilowati menegaskan bahwa public speaking memiliki makna lebih luas daripada sekadar kemampuan berbicara di depan orang lain.
“Kemampuan public speaking bukan hanya soal berbicara, tetapi tentang bagaimana membangun citra diri dan merek secara utuh, sehingga dapat meningkatkan daya saing pelaku usaha di tengah pasar yang terus berkembang,” katanya.
Pandangan tersebut menunjukkan pentingnya mengintegrasikan keterampilan berbicara dengan strategi komunikasi bisnis. Pelaku UMKM perlu memahami bagaimana menyampaikan pesan secara terarah, membangun kesan positif, serta memperkenalkan karakter dan keunggulan usahanya kepada masyarakat.
Dalam konteks bisnis kuliner, komunikasi yang efektif dapat mendukung penyampaian informasi mengenai produk dan layanan, sekaligus membantu membangun hubungan yang lebih baik antara pelaku usaha dan pelanggan.
Pengabdian kepada Masyarakat untuk Mendukung UMKM Berkelanjutan
Kegiatan pelatihan public speaking dan komunikasi digital bagi UMKM Pawon Shankara juga mencerminkan peran perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kompetensi masyarakat. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat, perguruan tinggi dapat berkolaborasi dengan mitra usaha untuk mendorong pengembangan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Universitas Bina Sarana Informatika melalui Fakultas Komunikasi dan Bahasa terus berkomitmen menghadirkan program Pengabdian kepada Masyarakat yang berorientasi pada peningkatan kompetensi digital dan kreativitas masyarakat di berbagai bidang.
Penguatan kemampuan komunikasi, kepercayaan diri, dan pemanfaatan teknologi menjadi aspek yang penting dalam mendukung daya saing pelaku UMKM. Keterampilan tersebut dapat menjadi bekal untuk mengembangkan strategi pemasaran, memperkenalkan produk secara lebih efektif, serta membangun identitas usaha yang lebih kuat.
Bagi UMKM Pawon Shankara, pelatihan ini menjadi bagian dari upaya pengembangan kapasitas usaha melalui peningkatan kemampuan komunikasi dan pemanfaatan media digital. Pengembangan tersebut juga berkaitan dengan kebutuhan untuk memperkuat manajemen usaha, pemasaran, pengelolaan keuangan, dan pemanfaatan teknologi informasi secara berkelanjutan.
Ke depan, penguatan kompetensi pelaku UMKM diharapkan dapat mendukung tumbuhnya usaha yang lebih adaptif terhadap perubahan kebutuhan konsumen dan perkembangan teknologi.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan mitra UMKM, program pemberdayaan masyarakat seperti ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan kemandirian ekonomi, kreativitas, serta daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah.
Dengan demikian, pelatihan public speaking dan komunikasi digital bukan sekadar upaya meningkatkan keterampilan berbicara, melainkan juga bagian dari strategi pengembangan UMKM agar semakin percaya diri dalam membangun merek, memasarkan produk, dan memperluas peluang usaha di era digital. (rls)



















