Beathor Soroti Kesaksian Andi Widjajanto: Ada Tuduhan “Mafia KPU” di Balik Hilangnya Dokumen Jokowi

- Jurnalis

Senin, 14 September 2026 - 00:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatPos.id – Politikus PDI Perjuangan Beathor Suryadi menyoroti keterangan Andi Widjajanto terkait dokumen syarat pencalonan Joko Widodo yang menurutnya sudah dilihat dan dipegang langsung sebelum dibawa ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Beathor menilai kesaksian tersebut perlu diusut secara serius karena muncul informasi terkait tidak ditemukannya sejumlah dokumen terkait Joko Widodo dalam penggeledahan Bonatua.

Andi menyampaikan pada tahun 2014 sudah melihat dan memegang ijazah tersebut sebelum dibawa ke KPU, kata Beathor Suryadi kepada wartawan, Minggu (13/9/2026).

Menurut Beathor, persoalan tersebut semakin menarik setelah Bonatua Silalahi disebut belum menemukan dokumen apapun yang mengatasnamakan Joko Widodo, baik di KPU maupun Arsip Nasional.

“Dari hasil kerja Bonatua, kami tidak menemukan satu pun berkas dokumen atas nama Joko Widodo, baik di KPU maupun di Arsip Nasional. Lalu di mana berkas dokumen tersebut?” katanya.

Beathor kemudian mengaitkan permasalahan tersebut dengan pergantian kepemimpinan di KPU. Ia menyinggung masa KPU dipimpin Husni Kamil Manik yang meninggal dunia pada 2016 dalam usia 41 tahun.

Beathor pun menyinggung kabar jenazah Husni Kamil Manik belum diautopsi.

Sepeninggal Husni Kamil Manik, kepemimpinan KPU dilanjutkan oleh Juri Ardiantoro. Nama juri juga disebut Beathor dalam rangkaian soal ini.

Beathor mengatakan, Juri sebelumnya pernah memimpin KPU DKI Jakarta pada periode Joko Widodo mendaftarkan diri sebagai calon gubernur DKI Jakarta. Menurut dia, dokumen pencalonan pada tahap ini juga perlu ditelusuri kembali.

“Juri sebelum memimpin KPU Nasional adalah Ketua KPU DKI saat Joko Widodo mendaftar sebagai calon gubernur. Dan kata Bonatua, dokumen-dokumen itu hilang entah kemana,” kata Beathor.

Oleh karena itu, Beathor meminta aparat penegak hukum tidak berhenti pada polemik di ruang publik. Menurut dia, sejumlah pihak yang dinilai mengetahui proses administrasi pencalonan perlu dimintai keterangan untuk menjelaskan keberadaan dan alur dokumen tersebut.

Ia menyebut nama Eko Sulistyo selaku mantan Ketua KPUD Solo, Juri Ardiantoro, dan Pratikno sebagai pihak yang menurutnya perlu memberikan penjelasan kepada pihak berwenang.

Polisi minimal mendapat penjelasan dari Eko, mantan Ketua KPU Solo, Juri dan Pratikno. Nama Pasar Pramuka akan muncul, kata Beathor.

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Michelle Obama Membawakan Gaya Amerika ke Pertunjukan Comeback Céline Dion di Paris
Dontayvion Wicks Lebih dari 27,5 Yard Penerimaan Mendapatkan Cinta Beberapa Minggu 1
Mengapa Daniel Carlson Menendang Orang Suci, bukan Charlie Smyth
Ravens Tinggikan Carl Jones Jr., Chris Moore Dari Pasukan Latihan
Hadiah tenis Ben Shelton membuatnya menjadi pesaing. Untuk menjadi seorang juara, ia harus mengungkap lebih banyak hal
Devontez Walker, Elijah Sarratt Tidak Aktif vs Colts
Terakhir, Polisi Update Temuan Barang Diduga Milik Kapal yang Membawa 5 Jurnalis
Forum Liga Premier: Adakah yang bisa menghentikan Arsenal? Apakah Spurs bermasalah lagi? Mampukah Hull dan Ipswich bertahan?

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 04:33 WIB

Michelle Obama Membawakan Gaya Amerika ke Pertunjukan Comeback Céline Dion di Paris

Senin, 14 September 2026 - 04:03 WIB

Dontayvion Wicks Lebih dari 27,5 Yard Penerimaan Mendapatkan Cinta Beberapa Minggu 1

Senin, 14 September 2026 - 03:29 WIB

Mengapa Daniel Carlson Menendang Orang Suci, bukan Charlie Smyth

Senin, 14 September 2026 - 02:52 WIB

Ravens Tinggikan Carl Jones Jr., Chris Moore Dari Pasukan Latihan

Senin, 14 September 2026 - 02:17 WIB

Hadiah tenis Ben Shelton membuatnya menjadi pesaing. Untuk menjadi seorang juara, ia harus mengungkap lebih banyak hal

Berita Terbaru

Al Jazeera - LIVE