Kasus Keracunan MBG Berastagi Tinggalkan Masalah Serius, Siswa Alami Gangguan Syaraf dan Jantung

- Jurnalis

Senin, 7 September 2026 - 22:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


RakyatPos.id – Kasus keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Berastagi, Kabupaten Karo, beberapa waktu lalu menyisakan penderitaan bagi para pelajar yang terdampak.

Sejumlah pelajar yang sempat menjalani perawatan dan kembali dari rumah sakit kembali mengalami gangguan kesehatan.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Parahnya, kondisi para pelajar tersebut semakin memprihatinkan dan memerlukan pemeriksaan ekstensif serta perawatan intensif.

Hasil pemeriksaan dokter juga sangat mengejutkan. Adanya paparan racun jamur yang menyerang saraf kepala, merusak ginjal bahkan jantung.

Salah satunya dirasakan Feby br Purba yang harus kembali menjalani pemeriksaan di RS H. Adam Malik Medan.

Berdasarkan keterangan keluarga, hasil pemeriksaan dokter menunjukkan adanya temuan terkait racun jamur di saraf kepalanya.

Berdasarkan pemeriksaan dokter di Adam Malik, hasilnya ada racun jamur di saraf kepala anak saya, kata Bang Purba, ayah Feby, seperti dilansir Sumutpos (Jawa Pos Group), dikutip Senin (7/9).

Kondisi ini memaksa putrinya untuk menjalani pemeriksaan rutin. Dokter bahkan menyarankan agar Feby menjalani pemantauan kesehatan selama enam bulan atau bahkan satu tahun ke depan.

“Ada empat dokter yang memeriksa. Saya lupa namanya. Kata dokter anak, saya harus kontrol selama enam bulan hingga satu tahun,” ujarnya.

Pernyataan dokter tersebut langsung mengagetkan dan membuat panik Purba dan seluruh keluarganya. Ia mengaku belum mengetahui apa yang akan terjadi pada anaknya kelak setelah mengalami kondisi tersebut. Nasib kita akan seperti apa lagi? katanya lembut.

Kondisi serupa juga dialami siswi lainnya, Agnesia P br Silitonga. Dari hasil pemeriksaan di RS Efarina, dokter mengatakan Agnesia mengalami gangguan ginjal dan harus menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Ibu dari Agnesia Fitriani br Sianggaran ini mengatakan, beberapa hari lalu kondisi kesehatan putrinya kembali memburuk hingga harus dilarikan kembali ke RS Efarina Berastagi.

Hasil pemeriksaan dokter pun membuat Fitriani kaget. Dokter menyarankan agar putrinya dirujuk ke Medan untuk pemeriksaan ke dokter spesialis ginjal.

Kata dokter, anak saya mengalami gangguan ginjal, sehingga disarankan ke rumah sakit di Medan untuk pemeriksaan lebih lanjut, ujarnya lirih.

Di tengah kondisi finansial yang kurang memadai, Fitriani semakin kebingungan. Pasalnya, biaya pengobatan anak tidak ditanggung seperti pengobatan pertama setelah terjadi keracunan MBG.

Hal serupa juga dialami korban lainnya, yakni Karissa Zefania br Aritonang. Korban didiagnosis menderita gangguan jantung. Berdasarkan keterangan keluarga, dokter mengatakan, gangguan jantung yang dialami korban sudah ada sebelumnya. Namun kondisinya semakin parah dan penyakit jantungnya semakin parah pasca keracunan MBG.

“Dari pemeriksaan dokter, penyakit jantung anak kami sudah ada sebelumnya. Keracunan MBG menyebabkan penyakit jantungnya kambuh dan bertambah parah. Makanya saat terkena racun MBG kemarin, anak kami langsung sesak napas,” kata orang tua korban.

Korban kemudian diperiksa dokter spesialis jantung di RS Amanda dan menjalani perawatan selama tiga hari. Karena tak kunjung membaik, pihak keluarga kemudian meminta rujukan untuk melanjutkan pemeriksaan di RSUP H. Adam Malik Medan. “Besok (Minggu) kami berangkat ke Medan. Rencananya hari Senin anak kami akan dirawat oleh dokter jantung. Mohon doanya kita semua, semoga anak kami kembali sehat,” harapnya.

Undang Orang Tua Korban untuk Menghadiri RDP

Kuasa hukum yang mendampingi korban keracunan MBG di Berastagi, mengundang seluruh orang tua siswa untuk menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Kabupaten Karo.

Rencananya, DPRD Karo akan menggelar RDP terkait persoalan keracunan ini pada Senin (7/9) pagi.

Kuasa hukum menegaskan, kehadiran orang tua di RDP merupakan momentum penting untuk membicarakan kondisi kesehatan korban dengan perwakilan masyarakat. “Saya Juliadi Kaban, SH, MH mewakili kuasa hukum mengundang seluruh orang tua korban untuk berkumpul di DPRD Karo dan bersama-sama menghadiri RDP yang akan digelar Senin ini,” ujarnya.

Ia mengatakan, dalam RDP tersebut pihaknya akan berdiskusi dengan DPRD dan pihak terkait untuk mencari solusi atas kondisi para korban. “Di sana kita akan berdiskusi dan mencari solusi bagaimana penanganan dan kelanjutan pengobatan para pelajar korban keracunan MBG,” ujarnya.

Telah membuat laporan resmi

Polres Karo menyatakan, pihaknya sudah melakukan penyelidikan sejak awal terjadinya peristiwa keracunan yang menimpa para pelajar tersebut. Kepala Satuan Tipiter Polres Karo Ipda Martan Sitepu mengatakan, pihaknya telah memeriksa sejumlah pihak terkait antara lain siswa, guru, pihak SPPG, dokter, serta menelusuri hasil pemeriksaan laboratorium.

“Dari awal kejadian kami sudah melakukan penyelidikan. Karena tidak ada pelapor, maka kami masukkan laporannya ke model A,” kata Martan baru-baru ini.

Meski sudah melakukan penyelidikan, Polres Karo akhirnya menerima pengaduan orang tua siswa tentang keracunan MBG. Pengaduan tersebut tertuang dalam LP/B/395/VI/2026/SPKT/PO dengan pelapor salah satu orang tua siswa, Fitriani Sianggaran. Dalam pengaduannya, Fitriani melaporkan adanya dugaan tindak pidana kelalaian yang mengakibatkan seseorang terluka. Laporan tersebut memuat sejumlah pasal dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 serta ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pangan.

Sejumlah pihak pun ikut disebut dalam pengaduan tersebut, antara lain Kepala Sekolah Yayasan Bersama, Kepala SMA Negeri 1 Berastagi, SPPG Dapur Karo Berastagi dan Sempa Jaya, serta Yayasan Manunggal Kartika Jaya.

Para orang tua berharap laporan ini dapat menjadi pintu masuk untuk mengungkap tuntas penyebab keracunan massal dan memastikan adanya pertanggungjawaban hukum jika ditemukan unsur pidana.

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Perbandingan Sewa Kantor Pribadi Modern vs Kantor Konvensional
Detroit Tigers pulang untuk menjamu Minnesota Twins untuk seri 3 pertandingan
Gadis 15 Tahun Korban Gempa NTT Diduga Diperkosa, Kementerian PPPA Turun Tangan
Virus! Petugas Kebersihan Bandara Soetta Teriak Diduga Kerasukan Pocong
Buntut kisruh 27 Agustus, Ahmad Khozinudin cs desak Kementerian Hukum cabut izin GRIB Jaya
25 tahun setelah serangan 11 September, Taliban kembali berkuasa di Afghanistan, namun kini dengan senjata AS senilai $7 miliar
PSI: Kang Dedi Penerus Jokowiisme, Berpotensi Jadi Presiden
Barbara Palvin Tampil Tanpa Celana dalam Blus Jubah Baby-Pink Saat Pemotretan Hamil yang Melamun Bersama Dylan Sprouse

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 01:42 WIB

Perbandingan Sewa Kantor Pribadi Modern vs Kantor Konvensional

Selasa, 8 September 2026 - 01:39 WIB

Detroit Tigers pulang untuk menjamu Minnesota Twins untuk seri 3 pertandingan

Selasa, 8 September 2026 - 01:27 WIB

Gadis 15 Tahun Korban Gempa NTT Diduga Diperkosa, Kementerian PPPA Turun Tangan

Selasa, 8 September 2026 - 00:49 WIB

Virus! Petugas Kebersihan Bandara Soetta Teriak Diduga Kerasukan Pocong

Selasa, 8 September 2026 - 00:31 WIB

Buntut kisruh 27 Agustus, Ahmad Khozinudin cs desak Kementerian Hukum cabut izin GRIB Jaya

Berita Terbaru

Al Jazeera - LIVE