Gadis 15 Tahun Korban Gempa NTT Diduga Diperkosa, Kementerian PPPA Turun Tangan

- Jurnalis

Selasa, 8 September 2026 - 01:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatPos.id – Kasus dugaan kekerasan seksual terhadap gadis korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapat perhatian Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi.

ADVERTISEMENT

paralax

SCROLL TO RESUME CONTENT

Arifah membenarkan, korban sudah mendapat bantuan. Pemerintah juga berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk memastikan penanganan korban berjalan baik.

“Ini sudah kami tangani dan koordinasikan. Kemudian korban juga kami bantu, jadi sudah terkoordinasi dengan baik,” kata Arifah dikutip Antara, Senin (7/9/2026).

Arifah mengatakan, korban merupakan anak di bawah 15 tahun. Kasus ini menjadi perhatian pemerintah mengingat kondisi korban sebagai penyintas bencana yang memerlukan perlindungan dan bantuan khusus.

Selain penanganan korban, Kementerian PPPA bersama sejumlah lembaga terkait masih terus melakukan pendataan pengungsi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan kelompok rentan, khususnya perempuan dan anak, dapat terpenuhi di lokasi pengungsian.

Menurut Arifah, pemerintah telah memetakan perlunya tempat pengungsian khusus perempuan dan anak. Namun masih ada sejumlah tenda yang digunakan secara campur aduk karena proses pendataan dan pengorganisasian pengungsi masih berlangsung.

“Kita kerja kolektif ya dari BNPB, Kemensos, Kemenko PMK juga langsung turun ke lapangan. Sudah dipetakan tenda ini tenda khusus perempuan dan anak,” ujarnya.

Dijelaskannya, penataan seluruh pengungsi tidak bisa dilakukan secara instan karena memerlukan proses pendataan lebih lanjut di lapangan.

Sementara itu, hingga saat ini polisi belum menangkap terduga pelaku kasus dugaan kekerasan seksual tersebut.

“Pemerintah terus mengupayakan perlindungan terhadap perempuan dan anak di pengungsian agar terhindar dari berbagai bentuk kekerasan dan mendapatkan akses terhadap bantuan yang mereka perlukan,” tutupnya.

JetMedia Digital Agency

Berita Terkait

Perbandingan Sewa Kantor Pribadi Modern vs Kantor Konvensional
Detroit Tigers pulang untuk menjamu Minnesota Twins untuk seri 3 pertandingan
Virus! Petugas Kebersihan Bandara Soetta Teriak Diduga Kerasukan Pocong
Buntut kisruh 27 Agustus, Ahmad Khozinudin cs desak Kementerian Hukum cabut izin GRIB Jaya
25 tahun setelah serangan 11 September, Taliban kembali berkuasa di Afghanistan, namun kini dengan senjata AS senilai $7 miliar
PSI: Kang Dedi Penerus Jokowiisme, Berpotensi Jadi Presiden
Barbara Palvin Tampil Tanpa Celana dalam Blus Jubah Baby-Pink Saat Pemotretan Hamil yang Melamun Bersama Dylan Sprouse
Pakar ITS: Waspadai Gunung Semeru dan Merapi

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 01:42 WIB

Perbandingan Sewa Kantor Pribadi Modern vs Kantor Konvensional

Selasa, 8 September 2026 - 01:39 WIB

Detroit Tigers pulang untuk menjamu Minnesota Twins untuk seri 3 pertandingan

Selasa, 8 September 2026 - 01:27 WIB

Gadis 15 Tahun Korban Gempa NTT Diduga Diperkosa, Kementerian PPPA Turun Tangan

Selasa, 8 September 2026 - 00:49 WIB

Virus! Petugas Kebersihan Bandara Soetta Teriak Diduga Kerasukan Pocong

Selasa, 8 September 2026 - 00:31 WIB

Buntut kisruh 27 Agustus, Ahmad Khozinudin cs desak Kementerian Hukum cabut izin GRIB Jaya

Berita Terbaru

Al Jazeera - LIVE